<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>epsdin_alhanif</title>
	<atom:link href="http://epsdin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://epsdin.wordpress.com</link>
	<description>Setetes Cahaya Menuju Peradaban Madani</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2009 04:45:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='epsdin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d2dacd8149f9fd6533f02d43dd63e562?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>epsdin_alhanif</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>100 ayat motivasi!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2009/10/27/100-motivasi/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2009/10/27/100-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat-ayat Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[
“Pahlawan Bukanlah Orang Yang Berani Meletakkan Pedangnya Di Pundak Lawan, Tetapi Pahlawan Sebenarnya Ialah Orang Yang Sanggup Menguasai Dirinya Dikala  Ia Marah” (Nabi Muhammad SAW)
“Hanya Mereka Yang Berani Gagal Dapat Meraih Keberhasilan” (Robert  F. Kennedy)
“Setiap Pria Dan Wanita Yang Sukses Adalah Pemimpi-Pemimpi Besar. Mereka Berimajinasi Tentang Masa Depan Mereka, Berbuat Sebaik Mungkin Dalam Setiap Hal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=131&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol>
<li>“Pahlawan Bukanlah Orang Yang Berani Meletakkan Pedangnya Di Pundak Lawan, Tetapi Pahlawan Sebenarnya Ialah Orang Yang Sanggup Menguasai Dirinya Dikala  Ia Marah” (Nabi Muhammad SAW)</li>
<li>“Hanya Mereka Yang Berani Gagal Dapat Meraih Keberhasilan” (Robert  F. Kennedy)</li>
<li>“Setiap Pria Dan Wanita Yang Sukses Adalah Pemimpi-Pemimpi Besar. Mereka Berimajinasi Tentang Masa Depan Mereka, Berbuat Sebaik Mungkin Dalam Setiap Hal, Dan Bekerja Setiap Hari Menuju Visi Jauh Ke Depan Yang Menjadi Tujuan Mereka” (Brian Tracy)</li>
<li>“Tiga Sifat Manusia Yang Merusak  Adalah, Kikir Yang Dituruti, Hawa Nafsu Yang Diikuti, Serta Sifat Mengagumi Diri Sendiri Yang Berlebihan” (Nabi Muhammad Saw)</li>
<li>“Percayalah Pada Keajaiban Tapi Jangan Tergantung Padanya” (H. Jackson Brown, Jr)</li>
<li>“Rayulah Aku, Dan Aku Mungkin Tak Mempercayaimu. Kritiklah Aku, Dan Mungkin Aku Tak Menyukaimu. Acuhkan Aku, Dan Mungkin Aku Tak Memaafkanmu. Semangatilah Aku, Dan Mungkin Aku Takkan Melupakanmu” (William Arthur)</li>
<li>“Jika Anda Membuat Orang Lain Bahagia Hari Ini, Anda Juga Membuat Dia Berbahagia Dua Puluh Tahun Lagi, Saat Ia Mengenang Peristiwa Itu” (Sydney Smith)</li>
<li>“Manusia Yang Paling Lemah Ialah Orang Yang Tidak Mampu Mencari Teman. Namun Yang Lebih Lemah Dari Itu Ialah Orang Yang Mendapatkan Banyak Teman Tetapi Menyia-Nyiakannya” (Ali Bin Abi Tholib)</li>
<li>“Jangan Segan Mengulurkan Tangan Anda.  Tetapi Jangan Anda Enggan Untuk Menjabat  Tangan Orang Lain Yang Datang Pada Anda” (Pope John XXIII)</li>
<li>“Alam Memberi Kita Satu Lidah, Akan Tetapi Memberi Kita  Dua Telinga, Agar Supaya Kita Dua Kali Lebih Banyak Mendengar Daripada Berbicara” (La Rouchefoucauld)</li>
<li>“Sahabat Paling Baik Dari Kebenaran Adalah Waktu, Musuhnya Yang Paling Besar Adalah Prasangka, Dan Pengiringnya Paling Setia Adalah Kerendahan Hati” (Caleb C Harles Colton)</li>
<p><span id="more-131"></span></p>
<li>“Kebahagiaan Tergantung Pada Apa Yang Dapat Anda Berikan, Bukan Pada Apa Yang Anda Peroleh” (Mohandas Gandhi)</li>
<li>“Keberhasilan Tidak Diukur Dengan Apa Yang Telah Anda Raih, Namun Kegagalan Yang Telah Anda Hadapi, Dan Keberanian Membuat Anda Tetap Berjuang Melawan Rintangan Yang Bertubi-Tubi” (Orison Swett Marden)</li>
<li>“Dan Bahwa Setiap Pengalaman Mestilah Dimasukkan Ke Dalam Kehidupan, Guna Memperkaya Kehidupan Itu Sendiri. Karena Tiada Kata Akhir  Untuk Belajar Seperti Juga Tiada Akhir Untuk Kehidupan” (Annemarie Shcimmel)</li>
<li>“Urusan Kita Dalam Kehidupan Ini Bukanlah Untuk Mendahului  Orang Lain Tetapi  Untuk Melampaui Diri Kita Sendiri, Untuk Memecahkan Rekor Kita Sendiri, Dan Untuk Melampaui Hari Kemarin Dengan Hari Ini” (Stuart B. Johnson)</li>
<li>“Saya Telah Mempelajari Kehidupan  Pria-Pria Besar Dan Wanita-Wanita Terkenal, Dan Saya Menemukan Bahwa Mereka Yang Mencapai Puncak Keberhasilan Adalah Mereka Yang Melakukan Pekerjaan-Pekerjaan Yang Ada Di Hadapan Mereka Dengan Segenap Tenaga, Semangat, Dan Kerja Keras” (Harry S. Truman)</li>
<li>“Sebagian Orang Mengatakan Kesempatan Hanya Datang Satu Kali. Itu Tidak Benar. Kesempatan Itu Selalu Datang, Tetapi Anda Harus Siap Menanggapinya” (Louis L’amour)</li>
<li>“Kegagalan Dibagi Menjadi Dua Sebab. Yakni, Orang Yang Berpikir Tetapi Tidak Pernah Bertindak, Dan Orang Yang Bertidak Tetapi Tidak Pernah Berpikir” (W.A. Nance)</li>
<li>“Kebahagiaan Tertinggi Dalam Kehidupan Adalah Kepastian Bahwa Anda Dicintai Seperti Apa Adanya, Atau Lebih Tepatnya Dicintai Walaupun Anda Seperti Diri Anda Adanya” (Victor Hugo)</li>
<li>“Saat  Salah Satu Pintu Kebahagiaan Tertutup, Pintu Yang Lain Terbuka. Hanya Seringkalio Kita Terpaku Begitu Lama Pada Pintu Yang Tertutup Sehingga Tak Melihat  Yang Telah Terbuka</li>
<li>Untuk Kita” (Helen Keller)</li>
<li>“Jika Kita Memulainya Dengan Kepastian, Kita Akan Berakhir Dalam Keraguan, Tetapi Jika Kita Memulainya Dengan Keraguan, Dan Bersabar Menghadapinya, Kita Akan Berakhir Dalam Kepastian” (Francis Bacon)</li>
<li>“Jangan Lihat Masa Lampau Dengan Penyesalan, Jangan Pula Lihat Masa Depan Dengan Ketakutan, Tapi Lihatlah Sekitarmu Dengan Penuh Kesadaran” (James Thurber)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Begitu Luar Biasa, Ketika Mereka Mulai Berpikir Bahwa Mereka Bisa Melakukan Sesuatu. Saat Mereka Percaya Pada Diri Mrereka Semdiri, Mereka Memiliki Rahasia Kesuksesan Yang Pertama” (Norman  Vincent Peale)</li>
<li>“Kebahagiaan Anda Akan Tumbuh Berkembang Manakala Anda Membantu Orang Lain. Namun Bilamana Anda Tidak Mencoba Membantu Sesama, Kebahagiaan Akan  Layu Dan Mengering. Kebahagiaan Bagaikan Sebuah Tanaman, Harus Disirami Setiap Hari Dengan Sikap Dan Tindakan Memberi” (J. Donald Walster)</li>
<li>“Sedikit Sekali Orang Kaya Yangmemiliki Hartanya Sendiri. Hartalah Yang Memiklik Mereka” (Robert G. Ingersoll)</li>
<li>“Hidup Adalah Sebuah Tantangan, Maka Hadapilah. Hidup Adalah Sebuah Lagu, Maka Nyanyikanlah. Hidup Adalah  Sebuah Mimpi, Maka Sadarilah. Hidup Adalah Sebuah Permainan, Maka Mainkanlah. Hidup Adalah Cinta, Maka Nikmatilah” (Bhagawan  Sri Sthya Sai Baba)</li>
<li>“Orang Yang Bahagia Bukanlah Orang Pada Lingkungan Tertentu, Melainkan Orang Dengan Sikap-Sikap Tertentu” (Hugh Down)</li>
<li>“Jangan Takut Untuk Mengambil Satu Langkah Besar Bila Memang Itu Diperlukan. Anda Takkan Bisa Meloncati Sebuah Jurang Dengan Dua Lompatan  Kecil” (David Lloyd George)</li>
<li>“Tak Ada Rahasia Untuk Menggapai Sukses. Sukses Itu Terjadi Karena Persiapan, Kerja Keras, Dan Mau Belajar Dari Kegagalan” (General Collin Powel)</li>
<li>“Kita Menilai Diri Kita Dengan Mengukur Dari Apa Yang Kita Rasa Mampu Untuk Kerjakan, Orang Kain Menilai Diri Kita Dengan Mengukur Dari Apa Yang Telah Kita Lakukan” (Henry  Wadsworth Longfellow)</li>
<li>“Pengalaman Bukan Yang Terjadi Pada Anda, Melainkan Pada Apa Yang Anda Lakukan Atas Apa Yang Terjadi Pada Anda” (Aldous Huxley)</li>
<li>“Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak, Dan Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi” (Jawaharlal Nehru)</li>
<li>“Orang Yang Sederhana Itu Sederhana Dalam Ucapan, Tetapi Hebat Dalam Tindakan” (Confusius)</li>
<li>“Kita Tidak Tahu Bagaimana Hari Esok, Yang Bisa Kita Lakukan Ialah Berbuat Sebaiknya Dan Berbahagia Pada Hari Ini” (Samuel Taylor Coleridge)</li>
<li>“Lakukan Semua Kebaikan Yang Yang Dapat Anda Lakukan Dengan Segala Kemampuan Anda, Dengan Semua Cara Yang Anda Bisa, Di Segala Tempat, Setiap Saat, Kepada Semua Orang, Selama Anda Bisa” (Samuel Wesley)</li>
<li>“Amatlah Sedikit Yang Diperlukan Untuk Membuat Suatu Kehidupan Yang Membahagiakan, Semuanya Ada Di Dalam Diri Anda Sendiri, Yaitu Di Dalam Anda Berpikir Dan Bersikap” (Fred Corbett)</li>
<li>“Kesalahan Terbesar Yang Bisa Dibuat Oleh Manusia Di Dalam Kehidupannya Adalah  Terus-Menerus Mempunyai Rasa Takut Bahwa Mereka Akan Membuat Kesalahan” (Elbert Hubbard)</li>
<li>“Kebanggaan Kita Yang Terbesar Adalah Bukan Tidak Pernah Gagal, Tetapi Bangkit Kembali Setiap Kali Kita Jatuh” (Confusius)</li>
<li>“Tiadanya Keyakinanlah Yang Membuat Orang Takut Menghadapi Tantangan, Dan Saya Percaya Pada Diri Saya Sendiri” (Muhammad Ali)</li>
<li>“Banyak Kegagalan Dalam Hidup Ini, Dikarenakan Orang-Orang Tidak Menyadari Betapa Dekatnya Mereka Dengan Keberhasilan Saat Mereka  Menyerah” (Thomas Alva Edison)</li>
<li>“Semua Orang Tidak Perlu Menjadi Malu Karena Berbuat Kesalahan, Selama Ia Menjadi Lebih Bijaksana Daripada Sebelumnya” (Alexander Pope)</li>
<li>“Kita Berdoa Kalau Kesusahan Dan Membutuhkan Sesuatu, Mestinya Kita Berdoa Dalam Kegembiraan Besar Dan Saat Rezeki Melimpah” (Kahlin Gibran)</li>
<li>“Bagian Terbaik Dari Hidup Seseorang Adalah Perbuatan-Perbuatan Baiknya Dan Kasihnya Yang Tidak Diketahui Orang Lain” (William Wordsworth)</li>
<li>“Hiduplah Seperti Pohon Kayu Yang Lebat Buahnya, Hidup Di Tepi Jalan Dan Dilempari Orang Dengan Batu, Tetapi Dibalas Dengan Buah” (Abu Bakar Sibli)</li>
<li>“Apabila Kamu Tidak Dapat Memberikan Kebaikan Kepada Orang Lain Dengan Kekayaanmu, Berilah Mereka Kebaikan Dengan Wajahmu Yang Berseri-Seri, Disertai Dengan Akhlak  Yang Baik” (Nabi Muhammad Saw)</li>
<li>“Jadilah Kamu Manusia Yang Pada Kelahiranmu Semua Orang Tertawa Bahagia, Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Menangis, Dan Pada Kematianmu Semua Orang Menangis Sedih, Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Tersenyum” (Mahatma Ghandi)</li>
<li>“Keramahtamahan Dalam Perkataan Menciptakan Keyakinan, Keramahtamahan Dalam Pemikiran Menciptakan Kedamaian, Keramahtamahan Dalam Memberi Menciptakan Kasih” (Lao Tse)</li>
<li>“Kaca, Porselin, Dan Nama Baik, Adalah Sesuatu Yang Gampang Sekali Pecah, Dan Tak Kan Dapat Direkatkan Kembali Tanpa Meninggalkan Bekas Yang Nampak” (Benjamin Franklin)</li>
<li>“Kita Melihat Kebahagiaan Itu Seperti Pelangi, Tidak Pernah Berada Di Atas Kepala Kita Sendiri, Tetapi Selalu Berada Di Atas Kepala Orang Lain” (Thomas Hardy)</li>
<li>“Bersikaplah Kukuh Seperti Batu Karang Yang Tidak Putus-Putusnya Dipukul Ombak. Ia Tidak Saja Tetap Berdiri Kukuh, Bahkan Ia Menentramkan Amarah Ombak Dan Gelombang” (Marcus Aurelius)</li>
<li>“Karena Manusia Cinta Akan Dirinya, Tersembunyilah Baginya Aib Dirinya, Tidak Kelihatan Olehnya Walaupun Nyata. Kecil Dipandangnya Walaupun Bagaimana Besarnya” (Jalinus At Thabib)</li>
<li>“Jika Orang Berpegang Pada Keyakinan, Maka Hilanglah Kesangsian. Tetapi Jika Orang Sudah Mulai Berpegang Pada Kesangsian, Maka Hilanglah Keyakinan” (Sir Francis Bacon)</li>
<li>“Perbuatan-Perbuatan Salah Adalah Biasa Bagi Manusia, Tetapi Perbuatan Pura-Pura Itulah Sebenarnya Yang Menimbulkan Permusuhan Dan Pengkhianatan” (Johan Wolfgang Goeth)</li>
<li>“Sesuatu Yang Belum Dikerjakan, Seringkali Tampak Mustahil, Kita Baru Yakin Kalau Kita Telah Berhasil Melakukannya Dengan Baik” (Evelyn Underhill)</li>
<li>“Musuh Yang Paling Berbahaya Di Atas Dunia Ini Adalah Penakut Dan Bimbang. Teman Yang Paling Setia Hanyalah Keberanian Dan Keyakinan Yang Teguh” (Andrew Jackson)</li>
<li>“Kebanyakan Dari Kita Tidak Mensyukuri Apa Yang Yang Sudah Kita Miliki, Tetapi Kita Selalu Menyesali Apa Yang Belum Kita Capai” (Schopenhauer)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Sukses Telah Belajar Membuat Diri Mereka Melakukan Hal Yang Yang Harus Dikerjakan Ketika Hal Itu Memang Harus Dikerjakan, Entah Mereka Menyukainya Atau Tidak” (Adlus Huxley)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Hebat Di Bidang Apapun Bukan Baru Bekerja Karena Mereka Terinspirasi, Namun Mereka Terinspirasi Karena Mereka Lebih Suka Bekerja. Mereka Tidak Menyia-Nyiakan Waktu  Untuk Menunggu Inspirasi” (Ernest Newman)</li>
<li>“Belajarlah Dari Kesalahan Orang Lain. Anda Tak Dapat Hidup Cukup Lama Untuk Melakukan Semua Kesalahan  Itu Sendiri” (Martin Vanbee)</li>
<li>“Dalam Masalah Hati Nurani, Pikiran Pertamalah Yang Terbaik. Dalam Masalah Kebijaksanaan, Pemikiran Terakhirlah Yang Paling Baik” (Robert Hall)</li>
<li>“Cara Untuk Menjadi Di Depan Adalah Memulainya Sekarang, Jika Memulai Sekarang, Tahun Depan Anda  Akan  Tahu Banyak Hal Yang Sekarang Tidak Diketahui, Dan Anda Tak Akan Mengetahui Masa Depan Jika Anda Menunggu-Nunggu” (Willian Feather)</li>
<li>“Ancaman Nyata Sebenarnya Bukan Pada Saat Komputer Mulai Bisa Berpikir Seperti Manusia, Tetapi Ketika Manusia Mulai Berpikir Seperti Komputer” (Sydney Harris)</li>
<li>“Orang Yang Berhasil Akan Mengambil Manfaat Dari Kesalahan-Kesalahan Yang Ia Lakukan, Dan Akan Mencoba Kembali Untuk Melakukan Dalam Suatu Cara Yang Berbeda” (Dale Carnegie)</li>
<li>“Hati Yang Penuh Syukur, Bukan Saja Merupakan Kebijakan Yang Terbesar, Melainkan Merupakan Pula Induk  Segala Kebijakan Yang Lain” (Cicero)</li>
<li>“Semua Yang Di Mulai Dengan Rasa Marah, Akan Berakhir Dengan Rasa Malu” (Benjamin Franklin)</li>
<li>“Apa Yang Nampak Sebagai Suatu Kemurahan Hati, Sering Sebenarnya Tiada Lain Daripada Ambisi Yang Terselubung, Yang Mengabaikan Kepentingan-Kepentingan Kecil Untuk Mengejar Kepentingan-Kepentingan Yang Lebih Besar” (La Roucefoucauld)</li>
<li>“Kita Semua Hidup Dalam Ketegangan, Dari Waktu Ke Waktu Serta Dari Hari Ke Hari, Dengan Kata Lain, Kita Adalah Pahlawan Dari Cerita Kita Sendiri” (Mary Mc Carthy)</li>
<li>“Kerendahan Hati Menuntun Pada Kekuatan Bukan Kelemahan. Me;Lakukan Kesalahan Dan Melakukan Perubahan Atas Kesalahan Adalah Adalah Bentuk Tertinggi Dari Prnghormatan  Pada Diri Sendiri” (John Mc Cloy)</li>
<li>“Semakin Tua, Semakin Aku Menyadari Dampak Dari Sikapku Terhadap Diriku Sendiri. Sikap, Menurutku Lebih Penting Daripada Fakta, Lebih Penting Dari Pada Masa Lalu, Daripada Pendidikan, Daripada Uang, Daripada Lingkungan, Daripada Kegagalan, Daripada Keberhasilan, Daripada Yang Orang Lain Pikirkan, Katakan, Atau Lakukan. Lebih Penting Daripada Penampilan, Hadiah, Ataupun Ketrampilan. Sikaplah Yang Membangun Atau Menghancurkan Perusahaan, Rumah Ibadah Ataupun Rumah” (Charles Swindoll)</li>
<li>“Apapun Tugas Hidup Anda, Lakukan Dengan Baik. Seseorang Semestinya Melakukan Pekerjaannya Sedemikian Baik Sehingga Mereka Yang Masih Hidup, Yang Sudah Mati, Dan Yang Belum Lahir Tidak Mampu Melakukannya Lebih Baik Lagi” (Martin Luther King)</li>
<li>“Perjuanganku Lebih Mudah Karena Mengusir Penjajah, Tapi Perjuanganmu Akan Lebih Sulit Karena Melawan Bangsamu Sendiri” (Bung Karno)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Gagal Di Bagi Menjadi Dua, Yaitu Mereka Yang Berpikir Gagal Padahal Tidak Pernah Melakukannya, Dan Mereka Yang Melakukan Kegagalan Dan Tak Pernah Memikirkannya” (John Charles Salak)</li>
<li>“Kegagalan Adalah Sesuatu Yang Bisa Kita Hindari Dengan Tidak  Mengatakan Apa-Apa, Tidak Melakukan Apa-Apa, Dan Tidak Menjadi Apa-Apa” (Dennis Waitley)</li>
<li>“Persahabatan Adalah Hal Tersulit Untuk Dijelaskan Di Dunia Ini. Dan Ini Buka Soal Apa Yang Anda Pelajari Di Sekolah. Tetapi Bila Anda Tidak Pernah Belajar Makna Persahabatan, Anda Benar-Benar Tidak Belajar Apapun” (Muhammad Ali)</li>
<li>“Kebaikan Hati Adalah Ketidakmampuan  Untuk Tetap Tentram Jika Ada Orang Lain Merasa Gelisah, Ketidakmampuan Untuk Tetap Merasa Nyaman Jika Ada Orang Merasa Tidak Nyaman, Ketidakmampuan Untuk Tetap Berperasaan  Enak Apabila Seorang Tetangga Sedang Gundah” (Samuel H. Holdenson)</li>
<li>“Maafkanlah Musuh-Musuh Anda, Tapi Jangan Pernah Melupakan Nama-Namanya” (John F. Kennedy)</li>
<li>“Hal Terbaik Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Orang Lain Bukanlah Membagikan Kekayaan Anda, Tetapi Membantu Ia Untuk Memiliki Kekayaannya Sendiri” (Benjamin Disraeli)</li>
<li>“Ada Dua Macam Manuusia Di Dunia Ini, Mereka Yang Mencari Alasan Dan Mereka Yang Mencari Keberhasilan. Orang Yang Mencari Alasan Selalu Mencari Alasan Mengapa Pekerjaannya Tidak Selesai, Dan Orang Yang Mencari Keberhasilan Selalu Mencari Alasan Mengapa Pekerjaannya Dapat Terselesaikan” (Alan Cohen)</li>
<li>“Agar Dapat Mengambil Keputusan Dengan Tepat  Dalam Hidup Ini, Anda Harus Mendengar Jiwa Anda. Untuk Dapat Melakukannya, Anda Perlu Merasakan Kesenyapan, Yang Ditakuti Oleh Sebagian Besar Orang, Karena Di Dalam Kesunyian, Anda Dapat Mendengar Kebenaran Dan Melihat Pemecahan-Pemecahan” (Deepak Chopra)</li>
<li>“Cintailah Orang Yang Kau Cintainya Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Suatu Hari Kelak, Ia Akan Berbalik Menjadi Orang Yang Kau Benci. Dan Bencilah Orang Yang Kau Benci Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Pada Suatu Hari Kelak, Ia Akan Berbalik Menjadi Orang Yang Kau Cintai” (Imam Ali RA)</li>
<li>“Sebuah Tong Yang Berisi Dengan Pengetahuan Belum Tentu Sama Nilainya Dengan Setetes Budi” (Phytagoras)</li>
<li>“Bila Rahasia Sebuah Atom Dari Atom-Atom Tersingkap, Rahasia Segala Benda Ciptaan, Baik Lahir Maupun Batin Akan Tersingkap, Dan Kau Takkan Melihat Pada Dunia Ini  Atau Dunia Yang Akan Datang Sesuatu Kecuali Tuhan” (Syaikh Ahmad Al Alawi)</li>
<li>“Lebih Baik Menjaga Mulut Anda Tetap Tertutup  Dan Membiarkan Orang Lain Menganggap Anda Bodoh, Daripada Membuka Mulut Anda Dan Menegaskan Semua Anggapan Mereka” (Mark Twain)</li>
<li>“Kepuasan Terletak Pada Usaha, Bukan Pada Hasil. Berusaha Dengan Keras Adalah Kemenangan Yang Hakiki” (Mahatma Gandhi)</li>
<li>“Hal Terindah Yang Dapat Kita Alami Adalah Misteri. Misteri Adalah Sumber Semua Seni Sejati Dan Semua Ilmu Pengetahuan” (Albert Einstein)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Melontarkan Kritik Bagi Kita Pada Hakikatnya Adalah Pengawal Jiwa Kita, Yang Bekerja Tanpa Bayaran” (Coorie Ten Boom)</li>
<li>“Sukses Berjalan Dari Satu Kegagalan Ke Kegagalan Yang Lain, Tanpa Kita Kehilangan Semangat” (Abraham Lincoln)</li>
<li>“Seberapa Jauh Perjalanan Anda Dalam Hidup Ini Bergantung Pada; Apakah Anda Bersikap Lembut Kepada Yang Lebih Muda, Bersikap Kasih Kepada Yang Lebih Tua, Bersimpati Kepada Yang Harus Berjuang Lebih Keras, Dan Bertenggang Rasa Kepada Yang Lemah Dan Yang Kuat. Suatu Hari Dalam Hidup Ini, Anda Akan Menjadi Salah Satu Di Antaranya” (George Washington Carver)</li>
<li>“Kata Yang Paling Indah Di Bibir Umat Manusia Adalah Kata “Ibu”, Dan Panggilan Paling Indah Adalah “Ibuku”. Ini Adalah Kata Yang Penuh Harapan Dan Cinta, Kata Manis Dan Baik Yang Keluar Dari Kedalaman Hati” (Kahlil Gibran)</li>
<li>“Sahabatmu Adalah Kebutuhan Jiwamu Yang Terpenuhi. Dialah Ladang Hatimu, Yang Dengan Kasih Kau Taburi Dan Kau Pungut Buahnya Penuh Rasa Terima Kasih. Kau Menghampirinya Di Kala Hati Gersang Kelaparan, Dan Mencarinya Di Kala Jiwa Membutuhkan Kedamaian. Janganlah Ada Tujuan Lain Dari Persahabatan Kecuali Saling Memperkaya Jiwa” (Kahlil Gibran)</li>
<li>“Seorang Pecundang Tidak Tahu Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Kalah, Tetapi Sesumbar Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Menang. Sedangkan Pemenang Tidak Berbicara Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Ia Menang, Tetapi Tahu Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Kalah” (Eric Berne)</li>
<li>“Bila Ada Cahaya Dalam Jiwa, Maka Akan Hadir Kecantikan Dalam Diri Seseorang. Bila Ada Kecantikan Dalam Diri Seseorang, Akan Hadir Keharmonisan Dalam Rumah Tangga. Bila Ada Keharmonisan Dalam Rumah Tangga, Akan Hadir Ketertiban Dalam Negara. Dan Bila Ada Ketertiban Dalam Negara, Akan Hadir Kedamaian Dalam Dunia” (Pepatah Cina)</li>
<li>“Seekor Burung Hantu Yang Bijaksana Duduk Di Sebatang Dahan. Semakin Banyak Ia Melihat , Semakin Sedikit Ia Berbicara. Semakin Sedikit Ia Berbicara, Semakin Banyak Ia Mendengar. Mengapa Kita Tidak Seperti Burung Hantu  Yang Bijaksana Itu??” (Edward Hersey Richard)</li>
<li>“Pandanglah Hari Ini. Kemarin Sudah Menjadi Mimpi. Dan Esok Hari Hanyalah Sebuah Visi. Tetapi Hari Ini Yang Sungguh Nyata, Menjadikan Kemarin Sebagai Mimpi Kebahagiaan, Dan Setiap Hari Esok Sebagai Visi Harapan” (Alexander Pope)</li>
<li>“Jadikan Deritaku Ini Sebagai Kesaksian, Bahwa Kekuasaan Seorang Presiden Sekalipun Ada Batasnya. Karena Kekuasaan Yang Langgeng Hanyalah Kekuasaan Rakyat. Dan Di Atas Segalanya Adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa” (Ir. Soekarno)</li>
<li>“Ia Yang Datang Akan Pergi. Seorang Penguasa, Pengemis, Atau Pertapa. Setiap Orang Yang Lahir Pasti Mati. Menghembuskan Nafas Terakhir Di Atas Tahta, Atau Di Seret Ke Dalam Kubur Dengan Kaki Dan Tangan Terikat, Apa Bedanya?” (Kabir)</li>
<li>“Tidak Seorangpun Yang Menghitung-Hitung, Berapa Untung Yang Kudapat Nanti Dari Republik Ini  Jikalau Aku Berjuang Dan Berkorban  Untuk Mempertahankannya” (Bung Karno)</li>
<li>“Satu-Satunya Hal Yang Harus Kita Takuti Adalah Ketakutan Itu Sendiri” (Franklin D. Rooselvelt)</li>
<li>“Saya Melihat Seorang Pemecah Batu Sedang Memukul Sebongkah Batu Padas Sampai Seratus Kali Tanpa Kelihatan Retak Sedikitpun. Tapi, Pada Pukulan Yang Ke Seratus Satu Kali, Batu Itu Pecah Menjadi Dua. Saya Tahu Bahwa Bukan Pukulan  Yang Terakhir Itu Yang Membelah Batu, , Tapi Semua Pukulan Yang Sudah Dilakukan Sebelumnya” (Jacoob Riis)</li>
</ol>
<p>Sumber : KUMPULAN PETUAH-PETUAH BIJAK PEMBANGUN JIWA MENUJU SUKSES (Didit Endriawan, S.Sn., alumnus mahasiswa FSRD ITB)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=131&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2009/10/27/100-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka Unik!!!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/19/angka-unik/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/19/angka-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 10:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ketik tanggal lahir anda, kemudian :
 dikalikan 4,
 ditambah 13,
 dikalikan 25,
 dikurangi 200,
 ditambah Bulan lahir anda
 dikalikan 2,
dikurangi 40,
 dikalikan 50,
 ditambah dua digit  terakhir dari tahun lahir anda
terakhir dikurangi 10.500
Maka kalian akan menemukan suatu angka yang unik ! ! !
Selamat mencoba &#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=125&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#008000;"><strong>Ketik tanggal lahir anda, kemudian :</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 4,</strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> ditambah</span> 13,<br />
<span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 25,<br />
<span style="color:#ff0000;"> dikurangi </span>200,<br />
<span style="color:#ff00ff;"> ditambah</span> Bulan lahir anda<br />
<span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 2,<br />
dikurangi 40,<br />
<span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 50,<br />
<span style="color:#ff00ff;"> ditambah </span>dua digit  terakhir dari tahun lahir anda<br />
terakhir <span style="color:#ff0000;">dikurangi </span>10.500</strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Maka kalian akan menemukan suatu angka yang unik ! ! !</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Selamat mencoba &#8230;</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=125&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/19/angka-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Sifat Manusia</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/17/empat-sifat-manusia/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/17/empat-sifat-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keunikan dari manusia adalah mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain. Walaupun secara fisik mirip (kembar), namun secara sifat pasti berbeda. Perbedaan inilah yang dapat membuat manusia saling melengkapi satu sama lain.
Dalam dunia psikologi, terdapat empat tipe sifat manusia. Setiap orang memiliki beberapa dari tipe sifat ini. Sifat manakah yang melekat pada diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=121&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu keunikan dari manusia adalah mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain. Walaupun secara fisik mirip (kembar), namun secara sifat pasti berbeda. Perbedaan inilah yang dapat membuat manusia saling melengkapi satu sama lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam dunia psikologi, terdapat empat tipe sifat manusia. Setiap orang memiliki beberapa dari tipe sifat ini. Sifat manakah yang melekat pada diri Anda?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama<span style="color:#0000ff;"> sangunis, si populer</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kepribadian yang menarik, punya rasa humor yang tinggi, suka menghidupkan suasana, emosional dan demonstratif, periang dan penuh semangat, serta penug rasa ingin tahu. Dalam pekerjaan, kreatif, inovatif, antusiasme, sukarelawan, mengilhami orang lain untuk bekerja. Sebagai seorang teman, mudah bergaul, mencintai orang lain, suka dipuji dan menyenangkan. Suka kegiatan spontan, merupakan figure seorang pemimpin sirkus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua <span style="color:#ff00ff;">melankolis, si sempurna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Filosofis dan puitis, serius dan tekun, analitis, mendalam dan penuh pikiran, menghargai keindahan, peka terhadap perasaan orang lain, idealis dan suka berkorban. Dalam pekerjaan, orang melankolis berorientasi pada jadwal, perfeksionis, punya standar yang tinggi dan rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai. Sebagai seorang teman, melankolis adalah orang yang setia, mau mendengar keluhan, hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga<span style="color:#ff0000;"> koleris, si kuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, memancarkan keyakinan, bebas dan mandiri. Dalam pekerjaan, berorientasi target, melihat seluruh gambaran, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis, bergerak cepat untuk bertindak, mendelegasikan pekerjaan, menekankan pada hasil, berkembang karena saingan. Orang koleris tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keempat <span style="color:#008000;">phlegmatis, si damai aka adem ayem</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rendah hati, mudah bergaul dan santai, tenang, sabar, konsisten, simpatik dan baik hati. menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan. Dalam pekerjaan, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan, menemukan cara yang mudah, mudah diajak bergaul, menyenangkan, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari sifat di atas, dapat diringkas</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat &#8211; Pesimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">So, sifat manakah yang ada pada diri Anda?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(sumber : <a title="http://amd2007.wordpress.com/" href="http://amd2007.wordpress.com/" target="_blank">http://amd2007.wordpress.com/</a> dengan beberapa perubahan)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=121&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/17/empat-sifat-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan = sabar dan istiqomah!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/12/perjuangan-sabar-dan-istiqomah/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/12/perjuangan-sabar-dan-istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 03:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hidup adalah perjuangan&#8221;. Begitulah motto hidup dari salah seorang sahabatku. Memang benar kalimat tersebut. Tanpa perjuangan, kita tidak akan bertahan dalam menjalani derasnya bahtera kehidupan yang penuh dengan rintangan dan tantangan.
Tapi, apakah cukup dengan kata &#8220;perjuangan&#8221;, permasalahan hidup dan kehidupan akan teratasi? Dalam menyelami perjuangan, keteguhan akan prinsip hidup kita akan terguncang. Berjalan dijalan perjuangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=114&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ff0000;">&#8220;Hidup adalah perjuangan&#8221;</span>. Begitulah motto hidup dari salah seorang sahabatku. Memang benar kalimat tersebut. Tanpa perjuangan, kita tidak akan bertahan dalam menjalani derasnya bahtera kehidupan yang penuh dengan rintangan dan tantangan.</p>
<p>Tapi, apakah cukup dengan kata &#8220;perjuangan&#8221;, permasalahan hidup dan kehidupan akan teratasi? Dalam menyelami perjuangan, keteguhan akan prinsip hidup kita akan terguncang. Berjalan dijalan perjuangan tidaklah semulus jalan tol yang minim akan belokan dan kemacetan. <span style="color:#ff0000;">Berjalan dijalan perjuangan bagai mendaki tebing dan gunung-gunung.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Adalah kesabaran dan keistiqomahanlah yang akan membuat kita kuat menjalani proses pendakian tebing dan gunung itu</span>. Kesabaran menjalani beratnya beban masalah dan keistiqomahan menjalani proses perjuangan yang terasa panjang.</p>
<p>Menjalani hidup <span style="color:#ff0000;">janganlah mengharapkan kesempurnaan</span> akan hasil yang akan diraih karena kita pun bukanlah makhluk yang luput dari ketidaksempurnaan.  Mengejar kesempurnaan bagaikan mencari ujung bumi yang bulat. Dia tidak akan pernah berakhir pada ujung tertentu. Karena <span style="color:#ff0000;">kesempurnaan bukanlah merupakan tujuan akhir tapi perjalanan yang tiada berakhir</span>.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Sabar dan istiqomahlah dalam menjalani proses perjuangan. Niscaya, secercah kesempurnaan itu akan terasa dekat di hati&#8230;. SEMANGAT!!!</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=114&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/12/perjuangan-sabar-dan-istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimasi Pembangkitan Daya untuk Inverter pada Sistem Turbin Angin Skala Kecil yang Terhubung dengan Grid (1)</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/11/optimasi-pembangkitan-daya-untuk-inverter-pada-sistem-turbin-angin-skala-kecil-yang-terhubung-dengan-grid-1/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/11/optimasi-pembangkitan-daya-untuk-inverter-pada-sistem-turbin-angin-skala-kecil-yang-terhubung-dengan-grid-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 06:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Abstrak – Daya keluaran sistem turbin angin tidak akan maksimum dan optimal tanpa ada sistem control yang handal pada peralatan eletronik penunjangnya. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai sistem optimasi daya pada turbin angin skala kecil yang terhubung dengan grid (jala-jala) dengan kecepatan angin bervariasi. Sistem yang digunakan terdiri dari turbin angin, generator sinkron magnet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=104&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Abstrak – Daya keluaran sistem turbin angin tidak akan maksimum dan optimal tanpa ada sistem control yang handal<span> </span>pada peralatan eletronik penunjangnya. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai sistem optimasi daya pada turbin angin skala kecil yang terhubung dengan grid (jala-jala) dengan kecepatan angin bervariasi. Sistem yang digunakan terdiri dari turbin angin, generator sinkron magnet permanen, penyearah diode tiga fasa, konverter DC-DC, dan inverter tiga fasa dengan teknik kendali PWM. Dengan menggunakan algoritma MPPT (Maximum Power Point Tracking) pada inverter, data keluaran diharapkan bernilai<span> </span>maksimum dan dapat sinkron dengan grid. Penelitian dan pengkajian sistem ini dilengkapi dengan studi pemodelan sistem turbin angin dengan menggunakan software PSIM@ </em></strong></p>
<p>Key word: PLTAngin, MPPT, Inverter, Grid</p>
<p>I.	PENDAHULUAN</p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Pada saat ini, sistem pembangkit listrik tenaga angin mendapat perhatian yang cukup besar sebagai sumber energi alernatif yang bersih, aman, serta ramah lingkungan. Turbin angin skala kecil mempunyai peranan penting terutama bagi daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik [1].</span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (<em>World Wind Energi Association</em>), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93,85 GW dan menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010, total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara global mencapai 170 GW [2].</span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Turbin angin termasuk salah satu alat alternatif bagi pengembangan pembangkitan tenaga listrik yang terdistribusi. Pembangunan pembangkit tenaga listrik skala kecil dan terdistribusi dapat menyokong sistem kelistrikan nasional untuk menambah daya pembangkitan dan mengatasi masalah pertumbuhan beban yang kian bertambah. Oleh karena itu, sistem turbin angin perlu dikaji dan dikembangkan</span></p>
<p><a href="http://nugrohoadi.files.wordpress.com/2008/05/grafik-prediksi.jpg"><img class="alignleft" src="http://nugrohoadi.files.wordpress.com/2008/05/grafik-prediksi.jpg?w=447&#038;h=284" alt="" width="447" height="284" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Energi angin mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik di Indonesia. Indonesia, termasuk negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km [3]. Hal ini berpotensi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kendala pemanfaatan tenaga angin di Indonesia adalah kecepatan angin yang berubah-ubah dan relatif kecil sehingga sulit untuk menghasilkan daya keluaran maksimum dan optimal. Salah satu teknologi yang dapat mengatasi permasalahan ini adalah penggunaan sistem turbin angin <em>direct-drive</em> <em>permanent magnet generator</em> yang dapat menghasilkan listrik secara optimal pada rentang kecepatan angin rendah dan berubah-ubah. Sistem turbin angin ini walaupun dapat menyelesaikan masalah ketersediaan angin, namun ditinjau dari segi biaya masih cukup mahal untuk direalisasikan dalam skala besar. Sebaliknya, bila menggunakan teknologi <em>fixed-speed induction generator</em>, walaupun biaya yang diperlukan paling murah diantara sistem turbin angin lainnya, namun harus terkoneksi pada <em>grid</em> agar dapat menghasilkan produksi daya yang optimal pada kecepatan angin yang berubah-ubah. Oleh karena itu, perlu adanya kajian dan pengembangan sistem turbin angin sehingga dapat bekerja pada kecepatan rendah dan berubah-ubah namun dapat manghasilkan daya keluaran maksimum dan dapat dihubungkan pada<em> grid</em>. (bersambung)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=104&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/11/optimasi-pembangkitan-daya-untuk-inverter-pada-sistem-turbin-angin-skala-kecil-yang-terhubung-dengan-grid-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nugrohoadi.files.wordpress.com/2008/05/grafik-prediksi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Kartono-kan Kartini!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/20/jangan-kartono-kan-kartini/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/20/jangan-kartono-kan-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 09:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Telah banyak acara diskusi, seminar, dan kajian imiah yang membahas tentang wanita. Mulai dari topik wanita pada zaman Hawa hingga zaman Mega. Mulai dari masalah cinta hingga masalah negara. Wanita sampai saat ini telah menjadi unsur penting dalam kancar permasalahan global.
 Mari kita kembali membuka lembaran kertas yang berisikan tinta sejarah lama. Dahulu, wanita dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=99&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Telah banyak acara diskusi, seminar, dan kajian imiah yang membahas tentang wanita. Mulai dari topik wanita pada zaman Hawa hingga zaman Mega. Mulai dari masalah cinta hingga masalah negara. Wanita sampai saat ini telah menjadi unsur penting dalam kancar permasalahan global.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span>Mari kita kembali membuka lembaran kertas yang berisikan tinta sejarah lama. Dahulu, wanita dikenal dengan kelemah-lembutan, keibuan, dan pemalu. Kekolotan dan keluguan menjadi ikon utamanya. Wanita <span> </span>dianggap terbiasa terkungkung oleh adat yang mengekang sebuah kebebasan untuk berkiprah luas dalam kancah perjuangan global. Ketika itu wanita menjadi insan pingitan yang menyebabkan wanita terbelakang dalam pemikiran. Mereka terperosok ke dalam ‘penjara’ para kaum lelaki yang penuh keangkuhan dan keserakahan. Begitulah kurang lebih gambaran wanita zaman lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Namun lihatlah bagaimana kondisi para wanita saat ini. Dalam berkarir, wanita sudah diakui sejajar dengan kaum pria, banyak wanita menjabat sebagai polisi, tentara, kepala perusahaan bahkan di jabatan kepala negara pun pernah dijabat oleh seorang wanita. Apalagi dengan artis-artis, model, dan <em>public figure</em> lainnya, banyak kiprah kaum hawa disana. Tapi, apakah semua itu mencerminkan wanita saat ini lebih maju dari dahulu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Mungkin, masyarakat tidak asing lagi dengan goyang ngebor atau patah-patah yang ditampilkan media elektronik. Maaf, lebih lagi foto-foto yang terkesan menggambarkan <em>ke-pede-an</em> wanita<span id="more-99"></span> padahal penuh dengan kerendahan, telah banyak tersebar di media. Ironisnya, tidak sedikit para wanita bahkan tokoh sekalipun mendukung fenomena ini.<span> </span>Mereka berdalih akan persamaan derajat, hak, dan kewajiban bahkan upaya penghapusan kodrat <em>gender</em> hingga mengusung dogma kebebasan. Tahukah anda bahwa ada sebuah kata yang umumnya dipandang sebagai kunci bagi pembuka masalah ini. Itulah emansipasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Perjuangan ibu tercinta, RA kartini, telah menjadikan kata emasipasi naik daun dan menggema di seantero tanah air kita. Beliau dipandang sebagai penggagas pahlawan kebangkitan wanita indonesia yang mengusungkan persamaan hak dan derajat antara wanita dan laki-laki. Tapi, benarkah demikian? Apakah kemajuan yang telah diraih oleh para wanita itu mutlak hasil dari emansipasi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Wanita kini telah maju tapi tidak sepenuhnya demikian. Secara penampilan maju, tetapi secara etika pemikiran mengalami sebuah penurunan. Apabila kita pelajari perjalanan Kartini, dalam kumpulan suratnya : <em>Door Duisternis Tot Licht</em>, yang diartikan Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Armijn Pane, dapat dijadikan salah satu tumpuan dalam mencermati sebuah pertarungan ideologi yang terjadi saat ini. Setiap manusia memiliki derajat yang sama dan berhak mendapat perlakuan sama, layaknya semboyan Revolusi Perancis: Liberty (kemerdekaan), Egalite (persamaan) dan Fraternite (persaudaraan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Namun perhatikanlah sejarah beliau sampai tuntas. Saat itu, Kartini melihat berbagai permasalahan kaum wanita jawa yang terbelakang. Keningratan memang telah melekat pada budaya jawa, ditambah lagi kehadiran penjajah Belanda yang membuat para wanita semakin terpuruk. </span><span>Wanita dianggap budak<span> </span>dan ’penguasa rumah’ yang tak bebas berkarir di dunia luar. Saat itu pula, para penjajah menjadikan agama hanya sebagai bahan hafalan tanpa disertai dengan pengkajian akan makna dan hikmah yang terkandung didalamnya. <span> </span>Padahal dari ajaran agamalah (islam), pentingnya akan pendidikan dan hakikat ilmu terungkap untuk semua manusia baik laki-laki maupun perempuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Berbagai ketimpangan sosial yang terjadi, membuat hati nurani beliau tergerak mengadakan perubahan untuk sesama kaumnya. Beliau ingin menjadikan kaum wanita maju dan berpendidikan tidak kalah dengan wanita eropa. Tetapi tidak mutlak mempunyai karakter yang sama dengan bangsa eropa. Etika dan budaya ketimuran tetap beliau junjung. Hal tersebut diperkuat dengan surat Kartini yang ditujukan kepada Ny. Abendanon 27 Oktober, 1902, yang berbunyi : “…. Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna ?. Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradapan ?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Begitulah perjuangan ibu kita tercinta dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Etika dan budaya indonesia, pentingnya akan pendidikan, dan ajaran agama yang mulia akan aturan kodrati wanita tetap beliau pegang. Kartini telah menjadi representasi dari wanita memiliki keberanian untuk mendobrak adat yang pada dasarnya bertentangan dengan HAM dan agama. </span><span>Sebuah pemikiran maju yang diungkapkan oleh wanita produk jaman dulu. Bagaimana dengan pemikiran wanita sekarang yang mengaku berperadaban maju dalam memaknai sebuah persamaan hak, gender, dan dan kebebasan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Emansipasi akan kebebasan dan persamaan derajat dan hak kaum wanita atas kaum laki-laki tidak belaku mutlak. Karena secara biologis dan psikologis, wanita tetaplah makhluk yang lembut, mempunyai fitrah untuk melahirkan dan membina putra-putrinya, serta membantu suami. Apabila hak kaum wanita disamakan dengan pria, malah akan merugikan pihak wanita. Sebaliknya, hak kaum pria, secara kodrati, juga mustahil disamakan dengan wanita, akibat fakta akan kewajiban masing-masing dengan latar belakang biologis kodrati yang tidak sama. Secara kodrati, meski dipaksakan dengan cara apa pun, kaum pria tidak mungkin melakukan perilaku kodrati wanita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Makna emansipasi wanita yang benar adalah perjuangan kaum wanita demi memperoleh hak memilih dan menentukan nasib sendiri. Sampai kini, mayoritas wanita Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan sektor informal belum sadar atas hal itu, akibat normatif terbelenggu persepsi etika, moral, dan hukum genderisme lingkungan sosio-kultural serba keliru. Belenggu budaya anakronistis itulah yang harus didobrak gerakan perjuangan emansipasi wanita demi memperoleh hak asasi untuk memilih dan menentukan nasib sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Untuk itu, hendaknya wanita juga berorientasi dan berpikir jauh ke masa depan, sehingga generasi-generasi yang terlahir dari rahimnya menjadi manusia unggulan yang mampu membentuk sebuah peradapan baru yang berkualitas. Untuk memiliki pemikiran yang berperadaban tinggi dibutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang sebagaimana proses yang telah dialami oleh wanita pejuang kita, para wanita : ”Tetaplah semangat untuk berjuang meraih kemuliaan hidupmu!”</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=99&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/20/jangan-kartono-kan-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Kemandirian Masyarakat Pedesaan dan Bangsa Melalui PLTMH</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/15/membangun-kemandirian-masyarakat-pedesaan-dan-bangsa-melalui-pltmh/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/15/membangun-kemandirian-masyarakat-pedesaan-dan-bangsa-melalui-pltmh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 16:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[ Sebutlah ITB atau ITS, perguruan tinggi negeri bernuansa teknologi ini telah lama dikenal sebagai kampus pavorit di Indonesia. Mayoritas masyarakat pun menginginkan putra-putrinya menuntut ilmu di institut teknologi ini. Mereka berharap semoga putra-putrinya kelak menjadi “orang” yang berhasil dan sukses bahkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Tapi, apakah institut teknologi ternama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=98&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> Sebutlah ITB atau ITS, perguruan tinggi negeri bernuansa teknologi ini telah lama dikenal sebagai kampus pavorit di Indonesia. </span><span>Mayoritas masyarakat pun menginginkan putra-putrinya menuntut ilmu di institut teknologi ini. Mereka berharap semoga putra-putrinya kelak menjadi “orang” yang berhasil dan sukses bahkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Tapi, apakah institut teknologi ternama tersebut telah banyak menghasilkan produk teknologi konkrit yang memenuhi kebutuhan masyarakat? Bagaimana dengan kondisi masyarakat pedesaan yang jauh dari nuansa teknologi, apakah telah tersentuh oleh mahasiswa?</span></p>
<p style="text-align:left;"><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Konsep penerapan teknologi “merakyat” memang kurang menggema di seantero kampus ini. Berbagai kegiatan insidental yang diadakan para mahasiswa secara umum belum sampai pada tataran aplikasi teknologi tepat guna yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat. Padahal, <span id="more-98"></span>kebutuhan masyarakat terhadap teknologi dan program pengembangan kemandirian demi membangun daerahnya semakin diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Salah satu bentuk program pengembangan kemandirian masyarakat melalui aplikasi teknologi yang dapat dilakukan mahasiswa &#8211; khusus mahasiswa teknik elektro- adalah pembangunan PLTMH (pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). PLTMH adalah salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) <em>low head </em>dengan kapasitas kurang dari 500 Kilo Watt (KW). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>PLTMH mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Potensi total PLTMH di Indonesia tahun 2002 adalah sebesar 500 Mega Watt (MW), yang sudah dimanfaatkan baru 21 MW. Potensi tersebut masih akan meningkat sejalan dengan intensitas studi potensi yang dilakukan untuk menemukan lokasi-lokasi baru. Jika potensi PLTMH dapat dikembangkan maka paling tidak 12.000 MWh (Mega Watt hour) atau sebesar 14 % dari kebutuhan energi total Indonesia tahun 2005 dapat disumbang dari PLTMH<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Jika studi potensi PLTMH dapat diintensifkan, maka prosentase sumbangan PLTMH terhadap kebutuhan energi nasional akan meningkat juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Berdasarkan data di atas, PLTMH diharapkan mampu membantu pengentasan krisis energi listrik yang terjadi saat ini. Data statistik menampilkan bahwa<span> </span>rasio elektrifikasi di Indonesia saat ini baru mencapai angka 58%. Berarti dari jumlah penduduk 250 juta jiwa, masih ada sekitar 145 juta penduduk yang tidak mendapat pelayanan energi listrik, terlebih lagi bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan. <span> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sistem pembangkit listrik tersentralisasi (terpusat dan berskala besar) yang selama ini dijalankan oleh PLN ternyata belum optimal dalam hal transmisi dan distribusi listrik. Susut daya listrik yang terjadi masih besar. Akibatnya <em>supply</em> energi listrik tidak dapat menjangkau daerah terpencil di beberapa wilayah di tanah air tercinta. Hal tersebut diperkuat oleh letak dan faktor geologis pedesaan yang buruk dan sulit dicapai oleh jaringan listrik yang pembangkitnya berada jauh dari pedesaan. Hal ini semakin menguatkan prospek pengembangan PLTMH, dimana pembangunan pembangkit dapat dilakukan pada daerah terpencil asalkan mengandung sumber air penggerak turbin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Setiap daerah mempunyai karakteristik SES (Sumber Energi Setempat) yang berbeda, ada yang memiliki potensi sumber air, angin, bahkan potensi surya. </span><span>Perlu diketahui bahwa air merupakan sumber energi listrik yang sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan penelitian, besar potensi energi air di Indonesia yang dikembangkan melalui PLTA adalah 74.976 MW, sebanyak 70.776 MW ada di luar Jawa, yang sudah termanfaatkan adalah sebesar 3.105,76 MW sebagian besar berada di Pulau Jawa<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Dengan demikian PLTMH juga sangat cocok dengan kondisi geografis daerah Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pengembangan PLTMH ternyata dapat membantu program pemberdayaan masyarakat desa. Program ini dilakukan dengan mengadakan pembinaan terhadap warga pedesaan tentang kelistrikan hingga mereka mampu menguasai aplikasi praktis dari PLTMH. Jika mereka mampu menguasi PLTMH maka dalam perjalananannya akan meningkat pada tahapan penguasaan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (kapasitas 500-1000 KW) dan akhirnya mampu bermain di level <em>High Head</em> (kapasitas lebih dari 1 MW) secara mandiri. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Selain kelistrikan, di sana kita dapat melakukan Pelatihan Manajemen dan Administrasi untuk pengurus Unit Pengelola Pembangkit (UPP). Dalam program ini, kita dapat membina warga tentang bagaimana mengurus administrasi termasuk mekanisme pendanaan, bagaimana manajerial kepengurusan, hingga sampai pada tahap pengembangan potensi ekonomi daerah. </span><span>Bila hal ini terus berlangsung maka akan terbentuk semacam Badan Listrik Daerah (BLD). Tugas BLD adalah mengusahakan terpenuhinya kebutuhan listrik daerah yang bersangkutan. Dengan demikian pola pengembangan penyediaan energi untuk pembangunan tidak hanya secara terpusat melalui PLN saja. Secara tidak langsung hal ini akan membantu PLN dalam menyediakan <em>supply</em> energi listrik nasional sekaligus mengurangi kerugian finansial yang dideritai PLN hingga saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Melaui pembangunan PLTMH, desa diharapkan berpeluang untuk memperoleh pendapatan asli daerah. Ketika jaringan PLN belum masuk ke desa, pembangunan listrik dilakukan dengan sistem swadaya masyarakat yaitu masyarakat mengelola sendiri pembangkit listrik, mulai dari pemeliharaan alat hingga sistem penagihannya. </span><span>Hal ini berpeluang menjadi salah satu upaya membangun kemandirian desa hingga mengarah pada pusat pertumbuhan di desa. Di sana, warga yang “tak mampu” di arahkan untuk mendapat pemasangan listrik gratis, sebagian uang digunakan untuk keperluan kesehatan, membiayai sekolah anak yang tak mampu hingga modal kerja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Bermula dari pembangunan PLTMH juga inilah diharapkan dapat ditemukan potensi-potensi daerah baru yang belum teroptimalkan oleh pemerintah, seperti potensi sumber daya alam tumbuhan, hewan, batu alam, hingga cadangan bahan bakar baru<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Jika hal ini terjadi maka pengembangan potensi daerah pun akan terjadi hingga kemajuan ekonomi masyarakat tercipta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Selebihnya, jika sumberdaya manusia yang menguasai PLTMH dapat tersebar luas di berbagai daerah dalam kualitas kompetensi dan kuantitas yang cukup dan mereka diakomodasi serta didukung kreativitasnya untuk membangun sumber-sumber energi di masing-masing daerah, maka harapan terjadinya suatu Revolusi Energi Indonesia akan menjadi kenyataan dan krisis energi dapat teratasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Bayangkan juga jika program ini didukung oleh semua himpunan mahasiswa facultas teknik dari PTN terkemuka (misalnya ITB, UGM, ITS, dll) <span> </span>yang erat kaitannya dengan teknologi (sipil, geologi, farmasi, informatika, dll), sebuah kemajuan teknologi pasti akan bermunculan di berbagai daerah. </span><span>Secara tidak langsung, program ini mempunyai andil besar dalam membangun masyarakat bahkan bangsa dan negara. Dari masyarakat yang mandirilah akan tercipta bangsa dan negara yang mandiri, karena kemajuan suatu negara adalah akumulasi dari kemandirian masyarakatnya untuk hidup maju.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span></span><strong><span>Kesimpulan dan Saran </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span><span> </span></span></strong><span>PLTMH mempunyai prospek yang besar untuk mengatasi krisis energi listrik melalui pembangunan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. PLTMH juga memiliki banyak manfaat dalam hal kemudahan distribusi listrik, pengelolaannya, dan dukungan terhadap pengembangan kemampuan ekonomi daerah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pembangunan PLTMH perlu mendapat dukungan dari segi biaya produksi, pengadaan alat, sosialisasi, dan peraturan perundangan yang mengatur penerapan teknologi ini. Tentunya hal ini dapat terlaksana jika semua pihak yang terkait (pemerintah, pengusaha, dan akademisi) bekerja sama dan bersungguh-sungguh dalam merealisasikannya. (epsdin)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> <a href="http://elkace.wordpress.com/">http://elkace.wordpress.com</a> </span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> <a href="http://www.pplh.or.id/"><span>http://www.pplh.or.id</span></a></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hal ini di alami oleh tim <em>community development</em> PALAPA HME ITB ketika mengeksplor potensi daerah Desa Jayamukti, Garut. Disana terdapat batu sirap (batu hias alam) dan pasir yang belum teroptimalkan potensinya oleh pemerintah setempat.</span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=98&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/15/membangun-kemandirian-masyarakat-pedesaan-dan-bangsa-melalui-pltmh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Kenaikan Harga Pangan</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/02/23/mengatasi-kenaikan-harga-pangan/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/02/23/mengatasi-kenaikan-harga-pangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 06:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[        Beberapa negara besar seperti Cina dan India dalam sepuluh tahun terakhir ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang begitu menakjubkan. Seiring dengan kenaikan pendapatan di kedua negara yang total penduduknya sekitar sepertiga penduduk bumi itu, permintaan akan energi dan pangan dunia menjadi terdongkrak dengan sangat drastis. Lahan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=96&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">        Beberapa negara besar seperti Cina dan India dalam sepuluh tahun terakhir ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang begitu menakjubkan. Seiring dengan kenaikan pendapatan di kedua negara yang total penduduknya sekitar sepertiga penduduk bumi itu, permintaan akan energi dan pangan dunia menjadi terdongkrak dengan sangat drastis. Lahan untuk pangan di muka bumi relatif tidak beranjak, dan karenanya harga melesat naik.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Tingginya harga bahan pangan di pasar dunia berimbas pada semakin buruknya kondisi perekonomian nasional indonesia. Kondisi ini diperburuk dengan adanya bencana banjir <span id="more-96"></span>yang terjadi di beberapa daerah yang mengakibatkan terhambatnya panen dan proses produksi bahan pangan dalam negeri. Hal ini jika lama dibiarkan akan menimbulkan ketidakcukupan bahan produksi hingga ketidakstabilan ekonomi pun akan terjadi kembali.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Kenaikan harga pangan sangat memberatkan sebagian besar masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Akibatnya program pengentasan kemiskinan pun akan semakin berat dan upaya masyarakat menuai kesejahteraan hidup semakin terpuruk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Harga pangan yang semakin melonjak menyebabkan meningkatkan inflasi, karena bahan pangan mempunyai bobot tertinggi dalam perhitungan inflasi. Inflasi Januari 2008 lebih tinggi dibandingkan Januari tahun-tahun sebelumnya. Data BPS menunjukkan, sumbangan bahan pangan terhadap inflasi mencapai 0,74 persen (www.sinarharapan.co.id ) Dari 0,74 persen sumbangan pangan terhadap inflasi, sebesar 0,27 persen disumbang dari beras. Khusus untuk kasus beras pemerintah perlu segera membuat antisipasi yang lebih baik. Sebab bila tidak maka harga beras akan meningkat cepat. Produksi beras saat ini akan terjadi penurunan akibat banyaknya lahan pertanian yang mengalami kebanjiran. Dan diperkirakan pada 2009-2010 Indonesia akan krisi beras</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perlu diketahui bahwa krisis pangan di Indonesia, yang dapat mengancam perekonomian, adalah gejala dunia, bukan khas Indonesia. Dengan jumlah penduduk 6,3 miliar jiwa, dunia kini dan mendatang akan menghadapi masalah ketahanan pangan. <span>Kebutuhan pangan konsumsi bangsa ini sekitar 60-70 persen berasal dari Impor (www.beritasore.com ), untuk itu pemerintah perlu mewaspadai hal ini.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Oleh karena itu, kenaikan harga pangan ini perlu mendapat perhatian dan fokus utama dalam agenda kerja pemerintah. Karena ini sangat berhubungan dengan hajat hidup orang banyak dan sangat urgen bagi kelangsungan kehidupan rakyat kecil. Untuk mengatasi kenaikan harga pangan, ada beberapa hal tindakan yang dapat dilakukan, diantaranya melalui upaya jangka pendek dan jangka menengah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Salah satu upaya mengatasi kenaikan harga pangan dalam jangka pendek adalah melalui upaya pengaktifan peran Bulog. Hal ini sangat penting untuk menstabilkan harga bahan pangan dan melindungi kepentingan petani sebagai produsen yang rentan terhadap fluktuasi harga. Impor bahan pangan pada umumnya dapat menstabilkan harga dalam jangka pendek namun akibatnya menekan petani produsen. Jika saja Bulog dapat berperan dalam menstabilkan harga dan mengurangi penyalahgunaan untuk kepentingan tertentu, maka kehadirannya menjadi penting. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Selain itu pemerintah hendaknya melakukan kerja sama dengan sejumlah asosiasi produsen makanan dan minuman (termasuk juga dengan Bulog) dalam hal pengendalian harga beras. Hal ini dapat dilakuakan dengan melaksanakan operasi pasar dan operasi stabilisasi harga (OSH) di beberapa kelurahan untuk menekan gejolak harga. yang melibatkan para pedagang yang bersangkutan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Upaya mengandalkan kebijakan perdagangan untuk menstabilkan harga bahan pangan bukanlah kebijakan strategis, tetapi bersifat temporer. Kebijakan strategis dalam jangka menengah adalah meningkatkan produksi bahan pangan terutama beras, jagung, dan kedelai. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus lebih fokus dalam meningkatkan produksi pangan. Program ekstensifikasi, maupun intensifikasi melalui penyediaan bibit unggul, kredit, dan penyuluhan juga sangat penting untuk ditingkatkan. Tentu untuk meningkatkan produksi domestik tak bisa dilakukan dalam sekejap. Berbagai tahapan perlu dikaji dan dilakuakn. Bibit unggul harus disediakan, lahan pertanian di luar Jawa harus dibuka lebih luas, dan petani di Jawa terpakasa harus ditransmigrasikan. Pembangunan sektor pertanian pun sebaiknya dilakukan melalui pendekatan agrobisnis agar produksi pertanian mempunya value edit dan nilai jual yang tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Selain itu, penciptaan lapangan kerja bidang perpanganan juga merupakan cara yang tepat untuk mengatasi dampak kenaikan harga pangan. Pasalnya, pemberian subsidi pangan, hal itu juga tidak dimungkinkan karena subsidi pemerintah terbatas. Dengan adanya penciptaan lapangan kerja baru diharapkan akan mendorong sejumlah institusi dan masyarakat untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Tentu saja peningkatan produksi tidak dapat mengandalkan kegiatan produksi petani berlahan kecil. Dan hal ini harus disertai dengan beberapa kajian mendalam terutama mengenai masalah teknis dan managerialnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dorongan bagi perusahaan besar untuk aktif dalam kegiatan produksi pangan perlu juga diberikan. Kedaulatan pangan harus menjadi program prioritas pemerintah. Ketergantungan terhadap impor pangan harus secepatnya dikurangi atau membebaskan impor dan pengurangi PPN bahan pangan. Kalau saat ini kita masih bisa melakukan impor, hal itu mungkin akan sulit untuk dilakukan dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang. Semoga dengan melakukan beberapa upaya di atas dan dengan kerja sama berbagai pihak, kita bisa mengatasi kenaikan pangan hingga perekonomian nasional pulih kembali. (epsdin, dari berbagai sumber)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=96&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/02/23/mengatasi-kenaikan-harga-pangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menegakkan Kembali Peradaban ISLAM Melalui PENDIDIKAN</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/01/12/menegakkan-kembali-peradaban-islam-melalui-pendidikan/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/01/12/menegakkan-kembali-peradaban-islam-melalui-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 04:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/2008/01/12/menegakkan-kembali-peradaban-islam-melalui-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan!, sebuah kata yang tidak mungkin terlepas dari lingkup ajaran islam. Dengan pendidikanlah, din ini menjadi menghasilkan kumpulan kemenangan yang berakumulasi menjadi sebuah peradaban besar. 
Pendidikan dalam islam tidak luput pendidikan aqliah atau  intelektual yang mendidik akal, karena akal merupakan unsur paling berharga bagi manusia yang bertindak (berfikir) secara rasional tetapi kemampuannya agak terbatas. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=95&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Pendidikan!, sebuah kata yang tidak mungkin terlepas dari lingkup ajaran islam. Dengan pendidikanlah, <i>din</i> ini menjadi menghasilkan kumpulan kemenangan yang berakumulasi menjadi sebuah peradaban besar. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Pendidikan dalam islam tidak luput pendidikan aqliah atau<span>  </span>intelektual yang mendidik akal, karena akal merupakan unsur paling berharga bagi manusia yang bertindak (berfikir) secara rasional tetapi kemampuannya agak terbatas. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Fungsi tersebut telah dijelaskan dalam perkataan “iqra” yang mana keadaan akal sentiasa menerima bimbingan Allah. Oleh karena itu, pendidikan Islam menekankan pentingnya melatih aqliah manusia dengan nilai-nilai ketuhanan (ilmu tauhid), sifat ketaatan (ta’abbud) dan penyucian rohani (tazkiyyah). Dengan demikian, pendidikan akal atau mental tidak tersisih dari nilai-nilai kerohanian.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Pendidikan jasmani yang meliputi aspek fisikal dan mental pun tak luput dari konteks pendidikan islam Kedua-duanya turut diberi perhatian dalam Islam. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Ia merangkumi kebersihan, kesehatan, kecerdasan, kekuatan, keberanian, dan disiplin. Ia bertujuan melahirkan insan yang sehat dan kuat untuk menjalankan kewajiban kepada Allah. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Kaitan Pendidikan dan Peradaban<span>  </span></span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Menurut Ibn Khaldun, tanda kemajuan peradaban adalah berkembangnya ilmu pengetahuan <span id="more-95"></span>seperti fisika, kimia, geometri, aritmetik, astronomi, kedokteran, dan sebagainya. Bahkan maju mundurnya suatu peradaban tergantung dan berkaitan dengan maju<span>  </span>mundurnya ilmu pengetahuan. Jadi, substansi peradaban yang terpenting dalam teori Ibn Khaldun adalah ilmu pengetahuan. Namun, ilmu pengetahuan tidak mungkin hidup tanpa adanya komunitas yang aktif mengembangkannya melalui pendidikan.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Tumbuh dan tenggelamnya peradaban manusia serta unggul dan kalahnya, bukan karena sesuatu yang kebetulan semata, tetapi ada sebab-sebab tersembunyi yang berperan di balik fenomena tersebut. Apabila kita amati dengan cermat dan jujur, maka akan kita temukan suatu kesimpulan bahwa kepemimpinan yang sanggup mengendalikan umat manusia itu mempunyai kaitan yang kuat dengan tingkat penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan dan sistem pendidikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Menurutnya, peradaban merupakan produk dari akumulasi tiga elemen penting yaitu kemampuan manusia untuk berfikir yang menghasilkan sains dan teknologi, kemampuan berorganisasi dalam bentuk kekuatan politik dan militer, dan kesanggupan berjuang untuk hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Jadi, kemampuan berfikir merupakan elemen asas suatu peradaban. Suatu bangsa akan beradab (berbudaya) hanya jika bangsa itu telah mencapai tingkat kemampuan intelektual tertentu. Sebab kesempurnaan manusia ditentukan oleh ketinggian pemikirannya. Suatu peradaban hanya akan tumbuh jika manusia di dalamnya memiliki pemikiran yang tinggi sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. Suatu pemikiran tidak dapat tumbuh begitu saja tanpa sarana dan prasarana ataupun supra-struktur dan infra-struktur yang tersedia. Dalam hal ini pendidikan merupakan sarana penting bagi tumbuhnya pemikiran.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Allah memberikan anugerah kepada manusia berupa tiga nikmat potensial, yaitu <i>as-Sam’u</i> (daya pendengaran), <i>al-Basharu</i> (daya pengamatan), dan <i>al-Fu’ad</i> (daya hati-nurani), yang tidak diberikan-Nya kepada makhluk-makhluk yang lain.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Sayangnya tidak semua manusia mampu menangkap makna firman Allah tersebut dengan baik yang tersimpan dalam tiga kata tersebut. Kita seharusnya tidak memahami kata-kata tersebut sebatas arti harfiyahnya semata. Kata <i>as-Sam’u</i> bukan sekedar mendengar dengan telinga, tetapi menangkap informasi dan melindungi nilai-nilai ilmiah yang sudah dicapai oleh orang-orang lain (atau diwariskan oleh generasi terdahulu ). Kemudian <i>al-Bashar</i> tidak hanya sekedar melihat dengan mata, tetapi juga pengamatan,<span>  </span>penelitian dan analisa-analisa laboratoris untuk mengembangkan keilmuan yang baru. Dan <i>al-Fu’ad</i><span>  </span>bukan sekedar membatin dalam hati,<span>  </span>tetapi mengelaborasi dengan membuat<span>  </span>evaluasi dan uji kebenaran<span>  </span>lebih mendalam terus-menerus, untuk mengetahui mana yang <i>valid</i> dan mana yang tidak.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Maka bangsa dan masyarakat manapun yang mampu mengembangkan ketiga nikmat potensial tersebut dengan cara yang baik, dialah yang akan menguasai sistem pendidikan dan dapat membangun peradaban yang maju. Sedangkan mereka yang tidak mampu melakukan hal tersebut, akan hidup dalam keterbelakangan dan ketidakberdayaan. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Pendidikan adalah Akar Peradaban Islam</span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Islam adalah agama terbesar di dunia. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Ajarannya mampu membangun suatu peradaban besar yang diakui dalam kancah pergaulan global. 14 abad lamanya kekuasaan Islam telah menaungi sepertiga bagian bumi ini. Di bawah naungan Islamlah perkembangan sains dan teknologi, perekonomian, sosial dan budaya<span>  </span>berjalan seiring dengan peningkatan iman dan takwa. Dengan Islamlah, negara adidaya khilafah Islamiyah berkibar dan menyatukan kaum muslimin di dunia di atas kalimat tauhid. Negara Islam saat itu menduduki posisi strategis dalam membangun kehidupan manusia menuju perdamaian dan kesejahteraan.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Agama ini telah meletakkan pondasi peradaban yang besar dan gemilang dalam sejarah. Peradaban Islam merupakan pengibar bendera keilmuan dan kebudayaan di dunia pada abad ke-3 hingga ke-7 Hijriah. Penekanan Islam atas pendidikan dan penelitian merupakan penyebab utama terbentuknya peradaban yang agung itu. Sumber-sumber Islam, khususnya Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah saw., dipenuhi dengan serangkaian ajaran yang mengajak umat Islam untuk menuntut ilmu dan merenungkan alam semesta serta menghormati ilmuwan. Dengan ajaran semacam ini, tidaklah mengherankan bila peradaban dan kebudayaan Islam kian berkembang di berbagai bidang. Dalam jantung peradaban Islam, para pemikir besar mengemuka di kancah keilmuan dengan mempersembahkan pelayanan yang luar biasa kepada umat manusia.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Bila kita menengok kondisi dunia Islam dari abad ke-3 hingga ke-7 Hijriah, kita akan menemukan bahwa pada zaman itu, pusat-pusat pendidikan tersebar di berbagai penjuru wilayah Islam. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Selain universitas-universitas, masjid-masjid juga dijadikan tempat penyebaran ilmu. Perpustakaan-perpustakaan, pusat-pusat riset, dan laboratorium-laboratorium juga bermunculan di berbagai tempat. Semua fasilitas itu menyebabkan ilmu dan pengetahuan mempunyai tempat yang utama di tengah-tengah umat Islam. Para ilmuwan muslim dengan mengeksplorasi hasil-hasil peradaban kuno akhirnya mencapai keberhasilan di berbagi bidang seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, filsafat, logika, sastra, sejarah, dan geografi. Semangat menuntut ilmu dan menempa pendidikan itu bukan hanya terbatas di kalangan ilmuwan atau kalangan tertentu saja, namun juga mencakup semua lapisan masyarakat. Hal ini terjadi berkat penekanan Islam atas pentingnya ilmu dan pendidikan. Rasulullah<span>  </span>saw. bersabda, <i>Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslimin, baik perempuan maupun laki-laki. </i></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Sungguh ironi, mengapa saat ini negara yang berlandaskan dan atau berpenduduk mayoritas muslim kurang berlaga dalam kancah peradaban dunia seperti dahulu kala? Mengapa mereka tidak dapat membuat rantai peradaban Islam? Padahal begitu banyak potensi yang dimiliki negara Islam seperti sumber daya alam yang melimpah. Apakah yang menyebabkan hal ini terjadi? Peradaban mana yang telah <i>naik daun</i> saat ini?</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Benturan Peradaban Islam dan Barat : Tantangan Bagi Umat Islam Saat Ini</span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Sejarah telah mencatat Baratlah yang memulai perang terhadap umat Islam yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Salib atau <i>Crusade</i>. Perang Salib terjadi selama satu abad (1096–1192 M), yang berlangsung selama tiga tahap: antara tahun 1096–1099 M, antara tahun 1147–1149 M, dan antara tahun 1189-1192 M. Pembantaian kaum Muslim oleh tentara salib di Spanyol (Andalusia) abad XV M, termasuk serangan secara pemikiran dan kebudayaan (tsaqâfah) seperti yang dilakukan oleh kaum zindiq serta para misionaris dan orientalis, adalah juga berlatarbelakang agama.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Di akhir abad<span>  </span>ke-5 Hijriah, pasukan Salib menyerang kawasan-kawasan Islam dengan alasan mengusai Baitulmaqdis. Hampir dua abad<span>  </span>lamanya, mereka menggelar peperangan akbar untuk menduduki kawasan-kawasan Islam. Perang Salib belum selesai, pasukan Mongol pun menyerang kawasan timur pada awal abad<span>  </span>ke-7 Hijriyah. Serangan ini telah merugikan negara-negara Islam dalam jumlah yang besar. Konflik lain juga menimpa dunia Islam, yaitu perselisihan di antara pemerintahan Islam. Semua tragedi ini mengakhiri masa kegemilangan peradaban Islam.<span>  </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Selama Perang Salib berlangsung, terjadi juga perpindahan berbagai informasi dari Timur ke Barat. Melalui perang ini, Barat mulai mengenal keilmuan dan peradaban Islam yang kemudian dijadikan sebagai pijakan kejayaan Barat saat ini. Eropa pasca periode<i> rennaisance </i>meraih kejayaan keilmuan dan peradabannya dengan memanfaatkan berbagai kemajuan ilmu yang diraih peradaban Islam. Kemajuan peradaban Barat lambat laun membuat mental umat Islam melemah dan mereka semakin tidak berdaya menghadapi derasnya kemajuan peradaban Barat. Umat Islam pun secara perlahan-lahan tak lagi bergairah mempertahankan kejayaan keilmuan dan peradaban Islam. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Samuel P. Huntington dalam tesis “The Clash of Civilization” , kita dapat mengetahui<span>  </span>dan melihat posisi peradaban Islam di tengah-tengah konstalasi peradaban global dewasa ini. Huntington menyebutkan di dunia sekarang ini terdapat sembilan peradaban yang masih eksis, yaitu peradaban Barat, Konfusianis, Jepang, Islam, Hindu, Slavik, Ortodoks, Amerika Latin, dan Afrika.<span>  </span>Dari peradaban-peradaban tersebut ada tiga peradaban besar, yaitu Peradaban Barat, peradaban Cina, dan peradaban Islam.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Menurutnya, kontradiksi-kontradiksi antar peradaban tersebut akan menciptakan konflik yang berakar dari benturan peradaban besar tersebut,<span>  </span>yakni<span>  </span>hegemoni dan arogansi peradaban Barat, fanatisme peradaban Cina, dan intoleransi peradaban Islam. Menurut pengamatan Huntington, bahwa kolaborasi kultural antara Islam dan Cina adalah sesuatu yang bisa terjadi setiap saat, karena adanya kedekatan kultural diantara keduanya. Dan hal tersebut sangat ampuh untuk mengikis perbedaan-perbedaan lain yang ada di antara keduanya, dan dapat bersatu melawan hegemoni Barat.</span><span> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Meskipun tesis Huntington menyebutkan tiga poros peradaban yang menjadi <i>mainstream </i>di abad modern saat ini, namun ada dua kutub yang seringkali dipertentangkan sedara diametral, yaitu peradaban Barat versus peradaban Islam.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Pada faktanya, tesis tersebut memang tidak bisa dipungkiri. Pasca era Perang Dingin, dengan melihat realitas politik yang ada, kita melihat bahwa benturan antara peradaban Barat dan Islam sesungguhnya sedang berlangsung. Bahkan, boleh dikatakan, benturan Islam Barat saat ini sebetulnya hanyalah lanjutan belaka dari benturan yang pernah terjadi pada masa lalu, khususnya pada era Perang Salib.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Hingga kini, ‘semangat’ Perang Salib ini masih melekat dalam benak orang-orang Barat, yang kemudian menjelma menjadi ‘prasangka buruk’ (stigma)<span>  </span>terhadap ajaran Islam dan umat Islam. Kecenderungan memberikan label yang bersifat generalisasi mengenai Islam dan orang Islam, tanpa melihat kenyataan sebenarnya, menjadi salah satu kecenderungan kuat dalam media Barat. Dari waktu ke waktu, prasangka semacam itu selalu muncul dan muncul kembali ke permukaan.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Saat ini, model sistem pendidikan di dunia pada umumnya telah mereka kuasai, sehingga penanaman nilai-nilai moral agama terasa kurang dan tersisihkan. Padahal nilai-nilai agama sangat berguna dalam menciptakan generasi rabbani yang tangguh imannya dan cerdas intelektualnya. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Bila kita cermati, kuantitas dan kualitas kerja umat ini masih tertinggal dari Barat. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kelebihan umum orang Barat saat ini adalah mereka memiliki kualitas dan kuantitas kerja yang luar biasa. Semangat untuk mencari kekayaan dan kekuasaan mendobrak jiwa mereka untuk bergerak mencari taraf kehidupan yang lebih tinggi. Mereka kuasai iptek, media massa, perdagangan, transportasi, dan pergaulan global. Sementara umat Islam saat ini? Masih dalam kemunduran. Lihatlah kondisi umat Islam pada grafik di bawah.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:center;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;" align="center"><a href="void(0)" id="file-link-82" title="pendidikan-umat-islam.jpg" class="file-link image"> 			 <img src="http://epsdin.files.wordpress.com/2007/11/pendidikan-umat-islam.thumbnail.jpg?w=292&#038;h=216" height="216" width="292" /></a><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><!--[endif]--><u></u></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Grafik tersebut mencerminkan kondisi usia kerja berbagai umat dengan tidak mempunyai kualifikasi (tahun 2004)<a href="#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Times New Roman';">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Umat Islam mencapai angka tertinggi. Sungguh mengerikan! Apakah yang menyebabkan kondisi ini? Manakah yang patut disalahkan? Ajarannya atau pemeluknya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Paradigma berfikir umat Islam saat ini masih pragmatis. Mayoritas umat ini masih memandang agama hanya sebagai bekal untuk kehidupan<span>  </span>ukhrowi semata. Sementara pendidikan sains dan teknologi kurang terperhatikan. Padahal Islam sendiri mengajarkan sikap tawazun dalam menjalani kehidupan. Seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Seimbang antara penguasaan ayat-ayat qauliyah dan kauniyah. O</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">rang yang hanya mempelajari ayat qauliyah tanpa ayat kauniyah akan ”lumpuh” hidupnya, mudah terperdaya oleh orang lain dan mudah diserang oleh lawan. Sedangkan orang yang hanya mempelajari ayat-ayat kauniyah tanpa ayat-ayat qauliyah, maka hidupnya akan terjatuh ke dalam lembah kesesatan yang hina dina. Dia hampa dari petunjuk, hidupnya penuh dengan ambisi duniawi, kosong dari nuansa ukhrowi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><b><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Menegakkan Kembali Konsep Pendidikan Islam</span></b></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Al-Quran menyebut tiga kaedah mengetahui, melalui konsep-konsep <i>ainul yaqin</i> (ketahui melalui pancaindera), <i>ilmul yaqin</i> (ketahui melalui logika), dan <i>haqqul yaqin</i> (ketahui melalui ilham, wahyu). Apabila kita menggabungkan ketiga kaedah mengetahui ini, kita mendapat pengetahuan terpadu yang lengkap atau sempurna.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Islam adalah agama yang menghendaki keseimbangan. Seimbang dalam pengkajian ayat-ayat kauniyah dan juga ayat-ayat qauliyah. Seimbang antara ibadah dalam keduniawian dan keukhrawian. Oleh karena itu, para ulama menetapkan bahwa hukum menuntut ilmu agama adalah fardhu ‘ain, sedangkan menuntut ilmu dunia seperti sains dan teknologi adalah fardhu kifayah.<span>  </span>Dengan demikian, <i>output</i><span>  </span>pendidikan Islam akan menghasilkan generasi qur’ani yang cerdas otaknya dan lembut hatinya. Hal ini terbukti dengn banyaknya ilmuan muslim ketika masa kekhalifahan. Adapun para ilmuan muslim tersebut diantaranya : Ibnu Khaldun (ahli sosiologi dan ilmu sejarah), Ibnu Haitham (bapak ilmu optic), Abu Bakr Muhammad bin Zakariya ar-Razi (ahli kedokteran), Ibn Sina (pakar kedokteran), Ibnu Rusyd (filosof, dokter, dan ahli fikih Andalusia), al-Khawarizmi (pakar matematika), Jabir Ibn Hayyan (ahli kimia), al-Idrisi (ahli geografi), dan sebagainya.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:21.3pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Tidak pelak lagi, pencapaian sains dan teknologi yang amat tinggi, yang tidak pernah dicapai oleh umat manusia pada masa sebelumnya, adalah berkat diterapkannya Islam sebagai sebuah sistem pendidikan dan ideologi. Benar kiranya pernyatan salah seorang intelektual Muslim dari Mesir, Syekh Syaqib Arselan, yang mengatakan bahwa orang-orang Barat maju karena meninggalkan agamanya dan kaum Muslim mundur karena meninggalkan agamanya</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:'Times New Roman';">Sudah saatnya kita berbenah diri memperbaiki sistem pendidikan ini sebagai basis peradaban dan tunas kemajuan umat. Oleh karena itu, pembenahan kurikulum pendidikan wajib kita lakukan demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih baik. Sistem pendidikan berbasis Islamlah yang tepat untuk mengatasi hal ini, yakni sistem pendidikan<span>  </span>yang menghendaki adanya integrasi imtak dan iptek.<span>  </span>Pendidikan yang menyeimbangkan antara penguasaan ayat-ayat kauniyah tanpa menafikan ayat-ayat qauliyah. Untuk itu, kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan ulama perlu dilakukan lebih intens untuk membahas pernasalahan ini demi terwujudnya sistem pendidikan yang lebih baik dan unggul. Semoga islam kembali menjadi sebuah peradaban yang dikagumi dan disegani oleh dunia. Allahu akbar! (epsdin dari berbagai sumber)</span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />  <!--[endif]--></p>
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <span style="font-family:'Times New Roman';"><a href="http://www.statistics.gov.uk/cci/nugget.asp?id=963">http://www.statistics.gov.uk/cci/nugget.asp?id=963</a></span></p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=95&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/01/12/menegakkan-kembali-peradaban-islam-melalui-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://epsdin.files.wordpress.com/2007/11/pendidikan-umat-islam.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme : Tak Hanya Bumi dan Air Lagi, tapi Juga Listrik</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2007/12/23/nasionalisme-tak-hanya-bumi-dan-air-lagi-tapi-juga-listrik/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2007/12/23/nasionalisme-tak-hanya-bumi-dan-air-lagi-tapi-juga-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 02:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/2007/12/23/nasionalisme-tak-hanya-bumi-dan-air-lagi-tapi-juga-listrik/</guid>
		<description><![CDATA[            Ketika mendengar kata bumi dan air, kita teringat pada bunyi pasal 33 ayat 3  UUD 1945 yang menyatakan bahwa : ”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”
Ketika itu, para petinggi bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=93&subd=epsdin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            Ketika mendengar kata bumi dan air, kita teringat pada bunyi pasal 33 ayat 3 <span> </span>UUD 1945 yang menyatakan bahwa : ”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Ketika itu, para petinggi bangsa ini menggunakan istilah bumi (tanah) dan air sebagai salah satu unjuk nasionalisme karena tanah dan air pada saat itu adalah sumber awal dari kehidupan dan menjadi modal dasar untuk membangun komunitas bernama <i>negara</i>. Dan dengan tanah, air, dan kekayaan alamlah kita dapat hidup dan menempuh kehidupan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pada era globalisasi dan teknologi saat ini, pengelolaan bumi, air, dan kekayaan alam berjalan lebih maksimal. Penggunaan peralatan canggih semakin mempermudah pengeksplorasian dan pengelolaan kekayaan alam yang tersebar luas di bumi pertiwi ini. Tentu hal ini harus disertai dengan aturan hukum yang ketat, jangan sampai pengelolaan kekayaan alam ini sampai merusak ekosistem sekitar apalagi sampai memutus daur regenerasi yang berguna bagi generasi penerus di masa depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Listrik termasuk salah satu aset negara yang tak kalah pentingnya<span id="more-93"></span> dibanding dengan air dan kekayaan alam di bumi ini. Apalagi pada saat era teknologi saat ini, dimana energi listrik menjadi tenaga yang penting untuk menjaga stabilitas perekonomian dan produktivitas masyarakat yang dapat menjadi manifestasi sumber energi secara umum dan sumber tenaga untuk membangun perekonomian bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Energi listrik juga termasuk </span><span>energi yang langsung dimanfaatkan oleh rakyat maupun industri. Sehingga listrik dimasukkan<span>  </span>dalam salah satu komponen infra struktur yang harus ada dalam membangun sebuah komunitas. Oleh karena itu, pembangkitan dan distribusi energi listrik harus diatur seprofessional mungkin sehingga semua rakyat dan industri di nusantara ini dapat menikmatinya secara adil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Janganlah menganggap sepele terhadap masalah perlistrikan. ‘Mati listrik’ bagi masyarakat pada umumnya memang bisa dianggap hal sepele, tapi bayangkan jika hal ini terjadi pada sebuah pabrik produksi skala besar atau pusat perbelanjaan dan perkantoran yang tidak dapat ‘hidup’ tanpa pasokan listrik. Sungguh satu menit aliran listrik sangat berarti bagi mereka. Gara-gara ‘mati listrik’, satu pekerjaan terhambat akan membuat efek domino hingga pekerjaan lain pun terhambat. Bila hal ini dibiarkan, kegiatan perekonomian, pendidikan, dan bidang vital lainnya akan terganggu. Untuk mengatasi masalah ini, peran PLN dalam mengelola perlistrikan sangat urgen.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perlu diketahui bahwa penduduk negeri ini yang menikmati energi listrik baru sekitar 52%. </span><span>Berarti 48%-nya belum menikmatinya secara maksimal. </span><span>Merekalah saudara-saudara kita di Indonesia yang berada di tempat terpencil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Tahukah Anda, potensi geothermal di indonesia sangat luar biasa. </span><span>Di indonesia terdapat banyak gunung yan</span><span>g masih aktif yang panasnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Lokasi gunung itu pun terletak di dekat daerah terpencil yang belum terpasok listrik. Tapi pemanfaatan energi geotermal masih kurang maksimal karena terbatasnya SDM pengelola pembangkit energi geotermal ini. Adalah tugas para engineer elektro untuk memperhatikan masalah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Tapi, sangat disayangkan, banyak lulusan teknik elektro yang berkualitas lebih memilih bekerja pada perusahaan-perusahaan asing atau di luar negeri daripada berkontribusi untuk memajukan pembangkit ini. Padahal gaji yang menggiurkan yang mereka ‘makan’ bersifat jangka pendek dan hanya memuaskan kebutuhan pribadinya semata. Hingga yang terjadi, ‘penguasa’ kelistrikan negara ini minim dengan tenaga professional, sebagian pembangkit listriknya masih impor, beberapa staff ahli teknik dan manajerialnya berasal dari asing dengan gaji yang melangit. Sebenarnya pihak manakah yang paling bertanggung jawab terhadap hal ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span><span> </span></span><span>Nasionalisme merupakan titik point masalah ini. </span><span>Kita tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Yang harus kita benahi adalah seberapa besarkah jiwa nasionalime para engineer muda elektro, pemerintah, dan masyarakat terhadap masalah kelistrikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Jika memiliki semangat nasionalime membara, para lulusan muda teknik elektro hendaknya memilih untuk bekerja dan berkarya pada perusahaan negara sebagai kontribusi untuk memajukan kelistrikan bangsa. Dengan bekerja di sanalah intelektualitas sarjana teknik elektro ini dapat dikerahkan dalam pembangunan pembangkit-pembangkit listrik berkualitas yang berdaya saing. Para sarjana teknik elektro hendaklah membentuk ’perkumpulan nasionalis peduli listrik bangsa’. Bila hal ini terjadi, yakinlah bahwa masalah kelistrikan yang terjadi selama ini akan berkurang dan kita akan menjadi negara yang kaya akan energi listrik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Peran pemerintah urgen dalam mendukung upaya di atas. Pemerintah jangan hanya bisa memprivatisasi perusahaan-perusahaan negara –seperti yang terjadi pada beberapa tahun lalu- demi kepentingan semu dan sementara. Pemerintah hendaknya selektif dan mensupport para lulusan muda teknik elektro yang berkualitas untuk berkarya dan berkontribusi di perusahaan negara. Jangan biarkan mereka hanyut oleh rayuan dan godaan perusahaan asing. Bersama kita majukan kelistrikan nasional!!! Merdeka!!! (epsdin)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&blog=1106882&post=93&subd=epsdin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2007/12/23/nasionalisme-tak-hanya-bumi-dan-air-lagi-tapi-juga-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>