<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>epsdin_alhanif</title>
	<atom:link href="http://epsdin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://epsdin.wordpress.com</link>
	<description>Setetes Cahaya Menuju Peradaban Madani</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jun 2011 14:47:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='epsdin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>epsdin_alhanif</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://epsdin.wordpress.com/osd.xml" title="epsdin_alhanif" />
	<atom:link rel='hub' href='http://epsdin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Waktu dan Cinta</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2011/05/24/waktu-dan-cinta/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2011/05/24/waktu-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 19:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat-ayat Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=148&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, Kecantikan dan Waktu.  Mereka hidup berdampingan dengan baik.  Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau  kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau  cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.</p>
<p>Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat  berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik  membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan  sedang mengayuh perahu. &#8220;Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!&#8221; teriak Cinta. &#8220;Aduh! Maaf, Cinta!&#8221; kata Kekayaan, perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawa-mu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.&#8221; Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.</p>
<p>Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. &#8220;Kegembiraan! Tolong aku!&#8221;, teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.</p>
<p>Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. &#8220;Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!&#8221;, teriak Cinta. &#8220;Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.&#8221; sahut Kecantikan.</p>
<p>Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.&#8221;Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,&#8221; kata Cinta. &#8220;Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja&#8221; kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.</p>
<p>Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelam-kannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, &#8220;Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!&#8221; Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.</p>
<p>Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.&#8221;Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.&#8221; kata orang itu. &#8220;Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku&#8221; tanya Cinta heran. &#8220;Sebab,&#8221; kata orang itu, &#8221; hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu &#8230;&#8221;</p>
<p>WALLAHUA&#8217;LAM</p>
<br />Filed under: <a href='http://epsdin.wordpress.com/category/ayat-ayat-motivasi/'>Ayat-ayat Motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=148&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2011/05/24/waktu-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMASUKAN BATU BESAR</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2011/05/24/memasukan-batu-besar/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2011/05/24/memasukan-batu-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 19:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat-ayat Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &#8220;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&#8221; Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=145&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.</p>
<p>Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, &#8220;Okay, sekarang waktunya untuk quiz.&#8221;</p>
<p>Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan  batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.</p>
<p>Ia bertanya pada kelas, &#8220;Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?&#8221;</p>
<p>Semua mahasiswa serentak berkata, &#8220;Ya!&#8221;</p>
<p>Dosen bertanya kembali, &#8220;Sungguhkah demikian?&#8221;</p>
<p>Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil.  Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.</p>
<p>Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas,   &#8220;Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&#8221;</p>
<p>Kali ini para mahasiswa terdiam.</p>
<p>Seseorang menjawab,&#8221;Mungkin tidak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagus sekali,&#8221; sahut dosen.</p>
<p>Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.</p>
<p>Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, &#8220;Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Belum!&#8221; sahut seluruh kelas.</p>
<p>Sekali lagi ia berkata, &#8220;Bagus. Bagus sekali.&#8221;</p>
<p>Kemudian ia meraih  sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, &#8220;Tahukah kalian apa maksud illustrasiini?&#8221;</p>
<p>Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, &#8220;Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, bukan,&#8221; sahut dosen, &#8220;Bukan itu maksudnya.Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan &#8220;batu besar&#8221; terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.&#8221;</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan &#8220;batu besar&#8221; dalam hidup anda? anak-anak anda;  Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda;  Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai;  Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atausemua yang  berharga.</p>
<p>Ingatlah untuk selalu memasukkan &#8220;Batu Besar&#8221; pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacamkerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.</p>
<p>Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: &#8220;Apakah &#8220;Batu Besar&#8221; dalam hidup saya?&#8221; Lalu  kerjakan itu pertama kali.&#8221;</p>
<p>(cerita dari sahabat&#8230;)</p>
<br />Filed under: <a href='http://epsdin.wordpress.com/category/ayat-ayat-motivasi/'>Ayat-ayat Motivasi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=145&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2011/05/24/memasukan-batu-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LANGKAH MENURUNKAN SUBSIDI LISTRIK</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2010/05/16/langkah-menurunkan-subsidi-listrik/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2010/05/16/langkah-menurunkan-subsidi-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 01:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Gelap, sepi, dan hampa. Begitulah kondisi dunia ini bilamana listrik tidak ada. Transportasi, industri, pasar, hingga kegiatan rumah tangga akan terganggu dan berjalan sangat lamban. Listrik memang telah menjadi kebutuhan primer setelah oksigen yang berperan vital bagi kelangsungan dan produktivitas hidup manusia. Apalagi pada era globalisasi dimana perkembangan teknologi dan informasi sangat cepat, listrik telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=139&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gelap, sepi, dan hampa. Begitulah kondisi dunia ini bilamana listrik tidak ada. Transportasi, industri, pasar, hingga kegiatan rumah tangga akan terganggu dan berjalan sangat lamban. Listrik memang telah menjadi kebutuhan primer setelah oksigen yang berperan vital bagi kelangsungan dan produktivitas hidup manusia. Apalagi pada era globalisasi dimana perkembangan teknologi dan informasi sangat cepat, listrik telah menjadi komponen pertama dan utama dalam mendukung aktivitas manusia di dunia ini. Melalui konversi energi listrik, berbagai kebutuhan rumah tangga hingga negara dapat terpenuhi.</p>
<p>Sampai saat ini, Indonesia masih mengalami krisis energi listrik. Hingga tahun 2008, nilai ratio elektrifikasi masih rendah yaitu berkisar sekitar sebesar 62,42% yang berarti terdapat 37,58% Rumah Tangga Indonesia yang belum menikmati listrik [1]. Sementara itu, beberapa daerah atau sistem di luar pulau jawa seperti Sumbagut, Pontianak, Singkawang, Mahakam, Barito, Minahasa, dan Papua mengalami kekurangan pasokan listrik. Diperkirakan total kekurangan pasokan listrik adalah sebesar 70,14 MW [2].  </p>
<p>Selain itu, ketergantungan pembangkitan tenaga listrik terhadap BBM masih tinggi. Pada tahun 2008 tercatat bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi unsur biaya terbesar dengan 83,32% dari seluruh biaya pembelian energi primer untuk produksi tenaga listrik. Padahal jika diteliti biaya BBM tersebut hanya berkorelasi dengan 27,72% dari total produksi GWh [1]. Jika harga BBM naik, Biaya Pokok Penyediaan (BPP) energi listrik pun akan merayap tinggi. Sementara Tarif Dasar Listrik (TDL) yang ditetapkan pemerintah lebih rendah dari BPP dan tidak mengalami kenaikan sejak kwartal ketiga 2003. Dalam hal ini, PLN bisa dikatakan sebagai perusahaan yang mengalami kerugian terus menerus.</p>
<p>Penetapan TDL memang merupakan kewenangan pemerintah demi mengendalikan harga listrik hingga dapat dijangkau oleh semua kalangan. Pemerintah mengatur harga pasar listrik karena listrik merupakan kekayaan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak. Jika penetapan TDL tidak diatur dan diluar kewenangan pemerintah, TDL akan mahal dan dapat membebani masyarakat terutama yang berada pada golongan menengah ke bawah. Orang kaya akan semakin kaya, orang miskin akan semakin miskin.</p>
<p>Dengan demikian, bagi pelanggan golongan tarif yang harga jual tenaga listrik rata-ratanya lebih rendah dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, maka pemerintah akan mengkompensasi kekurangan BPPnya dalam bentuk pemberian subsidi untuk pelanggan. Tujuan pemberian subsidi listrik tersebut <span id="more-139"></span>adalah untuk menjaga ketersediaan listrik bagi industri, komersial dan pelayanan masyarakat serta menjamin terlaksananya investasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana penyediaan tenaga listrik. Subsidi listrik tersebut semakin bertambah besar sejak tahun 2004 sejalan dengan keputusan Pemerintah untuk tidak menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL).</p>
<p>Subsidi listrik dihitung dari selisih negatif antara harga jual tenaga listrik rata-rata (Rp/kWh) dari masing-masing golongan tarif dikurangi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik (Rp/kWh) pada tegangan di masing-masing golongan tarif dikalikan volume penjualan (kWh) untuk setiap golongan tarif. Perhitungan subsidi secara kasar adalah sebagai berikut : katakanlah produksi listrik pada tahun ini adalah 150 TWh. Harga jual tenaga listrik rata-rata ke konsumen adalah Rp 600/kWh, sedang untuk BPP berkisar Rp 1000/kWH maka selisih harga jual dan harga produksi adalah Rp 400/kWh. Jadi subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 400/kWh x 150 TWh = Rp 60 triliun. Kalau ditambah susut jaringan, mungkin subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 65 triliun. </p>
<p>Perlu diketahui bahwa subsidi yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 2008 adalah sebesar Rp 78,6 trilyun [1]. Jika harga BBM di pasar internasional naik, maka BPP pun akan naik dan besar subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah pun akan sangat besar.</p>
<p>Saat ini, memang masing-masing pihak, baik produsen listrik (PLN), konsumen dan regulator (pemerintah) sama-sama berada dalam posisi yang kurang mengenakan (rugi). PLN diharuskan membangkitkan listrik dan menjual di bawah biaya produksinya. Jika tidak di-manage secara professional, PLN akan semakin terpuruk, tidak bisa mengembangkan perusahaan dan melayani kebutuhan listrik yang semakin meningkat.</p>
<p>Konsumen juga dirugikan dengan kurangnya listrik yang dihasilkan PLN, ditambah tidak adanya pilihan lain selain membeli listrik dari PLN. Belum lagi konsumen terus menerus merasa curiga dengan harga listrik yang dibayarkannya karena selalu merasa kemahalan akibat ketiadaan produsen listrik pembanding. Pemerintah pun juga rugi karena dianggap tidak kapabel dalam menangani permasalahan ini, ditambah lagi setiap tahun harus dipusingkan memikirkan besaran subsidi yang diperlukan.</p>
<p>Melihat permasalahan di atas, maka perlu dilakukan langkah strategis dalam mengelola subsidi listrik sehingga besar subsidi yang harus dikeluarkan tidak terlalu besar, dapat menurun setiap tahunnya, tepat sasaran dan tepat guna, serta dapat memberdayakan ekonomi masyarakat sehingga kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi, citra PLN dan pemerintah dimata masyarakat pun membaik. </p>
<p>Adapun langkah yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut antara lain: </p>
<p>1.	Propaganda budaya hemat energi secara konsisten</p>
<p>Menghemat listrik 1 kW lebih murah dan lebih mudah dilakukan dari pada menghasilkan listrik 1 kW. Dengan hemat listrik, biaya pembangkitan listrik akan turun hingga besarnya subsidi pun turun. PLN perlu lebih gencar dalam melakukan propaganda budaya hemat listrik di media massa seperti cara pengaturan pemakaian alat listrik dan sosialisasi alat listrik hemat energi dengan harga terjangkau. Sebenarnya langkah ini telah dilakukan PLN, tapi karena kurang konsisten dalam pengiklanan, masyarakat kembali ‘lupa’ untuk berhemat listrik. Hal ini diperburuk dengan kurangnya teladan dari para petinggi negara akan budaya hemat listrik. Banyak kantor kenegaraan masih menyalakan listrik pada saat penerangan kurang diperlukan. </p>
<p>2.	Pengaturan jam kerja operasi mesin</p>
<p>Secara umum, pergerakan beban listrik digambarkan pada grafik berikut:</p>
<p><a href="http://epsdin.files.wordpress.com/2010/05/kurva-beban.jpg"><img src="http://epsdin.files.wordpress.com/2010/05/kurva-beban.jpg?w=466&#038;h=274" alt="" title="kurva beban" width="466" height="274" class="alignnone size-full wp-image-140" /></a><br />
Gambar 1. Kurva Karakteristik Beban Harian [3]</p>
<p>Dari gambar 1 terlihat bahwa terdapat kemiripan garis karakteristik beban pada hari kerja (Rabu), hari Sabtu, dan Minggu. Namun terdapat perbedaan besar beban yang signifikan pada hari kerja dan hari Sabtu atau Minggu. Penggunaan beban sekitar jam 6 – 15 cenderung lebih datar pada hari Minggu atau Sabtu dibanding hari kerja. Dari sinilah muncul ide pengaturan jadwal beroperasinya mesin-mesin pabrik (yang tidak beroperasi 24 jam). Jika kita bisa mengalihkan sebagian beban di hari kerja normal ke hari Sabtu dan Minggu, tentunya sangat akan membantu mencegah terjadinya beban berlebih. Beban berlebih dapat menimbulkan pemadaman bergilir yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar bagi PLN. Setelah pemadaman bergilir tentu ada penyalaan pembangkit (start up) kembali yang dalam operasinya banyak menyedot BBM. Bila kerugian ekonomi yang diderita sangat besar tentu besar subsidi yang dikeluarkan pun akan bertambah besar. Dengan mengatur jam operasi mesin, maka dengan sendirinya jam kerja buruh juga akan berubah. Hal ini dapat direalisasikan dengan melakukan kajian antara pihak pemerintah dan industri untuk mengadakan jadwal hari kerja baru.</p>
<p>3.	Diversifikasi energi primer</p>
<p>Diversifikasi energi primer dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan pemakaian bahan bakar non BBM (batubara, gas, panas bumi dan energi terbarukan lainnya). Penggunaan BBM sebagai bahan bakar pembangkit masih besar prosentasenya yaitu sekitar 27,7% [1]. Hal ini dapat menimbulkan inefisiensi akibat perkembangan harga BBM yang cenderung mahal dengan harga BPP yang jauh lebih tinggi dari TDL. Oleh karena itu, penggunaan BBM perlu ditekan sampai dengan 5% atau kurang. Untuk itu, PLN harus mengintensifkan penggunaan bahan bakar non BBM seperti gas. Menurut kajian yang sudah dilakukan, terdapat penghematan sebesar Rp 60 triliun jika menggunakan gas alam. Jumlah ini hampir mencapai jumlah subsidi yang diberikan pemerintah kepada PLN yakni sebesar Rp70 triliun-Rp 80 triliun per tahun [4]. Sementara itu, prosentase penggunaan batu bara pun harus ditingkatkan karena batu bara merupakan sumber energi yang jauh lebih murah dari BBM dan persediaannya berlimpah di tanah air ini.</p>
<p>4.	Penggunaan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan</p>
<p>Suatu saat, minyak bumi dan gas alam akan habis. Dengan demikian, sebagai rencana jangka panjang, PLN harus mengembangkan sumber energi alternatif menggunakan bahan bakar terbarukan, khususnya panas bumi yang lebih ramah lingkungan. Potensi energi panas bumu Indonesia adalah sebesar 27 GW dengan kapasitas terpasang baru 0,8 GW [5]. Padahal berdasarkan hasil penghitungan, dari pengembangan listrik tenaga panas bumi Indonesia berpotensi menghemat sekitar US$ 280 juta per tahun (dengan asumsi harga sertifikat CDM US$ 10 per ton CO2 dan pengurangan emisi US$ 28,39 juta ton CO2) mulai 2014 [6]. Melalui penggunaan energi terbarukan ini diharapkan pula tarif listrik dapat diturunkan, sehingga subsidi untuk listrik akan dikurangi.</p>
<p>Banyak manfaat yang dapat diperoleh pemerintah dalam penggunaan sumber energi terbarukan. Selain Sumber energi ini lebih ramah lingkungan, pemerintah dapat memasukkan hasil penjualan sertifikat pengurangan emisi karbon melalui mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism/CDM). Melalui CDM ini diperkirakan pemerintah dapat menurunkan harga beli listrik perseroan hingga US$ 0,005 per kWh yang diharapkan mampu mendorong keekonomian proyek pembangkit berbahan bakar ramah lingkungan. Namun selama ini, listrik berbahan bakar alternatif, seperti air, angin, surya, dan panas bumi, tidak mampu bersaing dengan batu bara, bahkan minyak (BBM), karena investasi pembangkitan yang tinggi. Dalam hal ini, pemerintah perlu mengadakan kerja sama dengan pihak swasta dan investor dalam mendukung progam ini.</p>
<p>5.	Mengubah kebijakan energi menjadi value added oriented</p>
<p>Kebijakan energi saat ini lebih cenderung pada export oriented dimana sumber energi yang berlimpah di tanah air ini lebih diarahkan untuk ekspor sementara kebutuhan domestik kurang tercukupi. Paradigma kebijakan energi yang dilakukan pemerintah harus diubah dari export oriented menjadi value added oriented dimana penggunaan sember energi (misalnya batu bara berkalori rendah) harus diutamakan penggunaanya untuk mencukupi kebutuhan domestik terutama untuk bahan bakar pembangkit listrik sehingga kebutuhan masyarakat akan energi tercukupi. Dalam hal ini, tentu peran pemerintah sangat penting dalam menerapkan kebijakan harga sumber energi bagi bahan bakar pembangkit listrik. Harga bahan bakar harus diatur sehingga bernilai ekonomis dan menurunkan BPP listrik sehingga tidak jauh lebih tinggi dari TDL. Bila hal ini terjadi, maka besar subsidi listrik yang dikeluarkan pemerintah akan menurun.</p>
<p>6.	Pengadaan sistem desentralisasi listrik</p>
<p>Pada UU Ketenagalistrikan yang lama (UU. No. 15 Tahun 1985) menyatakan pemegang utama bisnis dan pembangunan ketenagalistrikan dilakukan oleh PLN. Bila kita cermati dan teliti lebih dalam, hal ini justru dapat menimbulkan inefisiensi pada pola kerja PLN. PLN bertindak sebagai perusahaan besar yang memonopoli bisnis ketenagalistrikan, sehingga pola pembangunan sistem pembangkit listrik cenderung sentralisasi yaitu pembangunan pembangkit listrik dengan skala besar, terpusat, dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya. </p>
<p>Namun, dengan UU Ketenagalistikan yang baru (UU no. 30 Tahun 2009), pihak swasta dapat ikut andil dalam pembangunan pembangkit tenaga listrik. Dalam hal ini, pemerintah dapat memberi arahan pada PLN dan perusahaan swasta untuk membangun pembangkit listrik skala kecil (level kW) sehingga pembangkit listrik yang akan ada menjadi banyak dan tersebar namun tetap terinterkoneksi pada sistem jaringan listrik nasional. Pola pembangunan seperti ini memiliki keandalan yang tinggi dalam penyediaan energi listrik karena memiliki peluang black out yang sangat kecil, manajemen kelistrikan lebih mudah, dan susut jaringan yang lebih kecil. Dengan keandalan yang tinggi, inovasi produk pemasaran listrik dapat ditingkatkan oleh pihak produsen. Sementara pemerintah dapat merestrukturisasi TDL (bahkan menaikan TDL) dengan mempertimbangkan regional dan tingkat ekonomi konsumen. Bila hal ini terjalankan secara professional, inefisiensi yang diderita PLN dapat dikurangi sehingga subsidi listrik yang diberikan dapat diturunkan.</p>
<p>7.	Restrukturisasi Tarif</p>
<p>Penetapan besar tarif listrik berdasarkan regional dan golongan pemakaian listrik dalam VA (Volt Ampere) masih kurang efektif karena tidak memperhatikan tingkat ekonomi setiap konsumen. Pada satu wilayah regional dan golongan pemakaian VA listrik tertentu, besar tarif dapat sama tapi bagaimana dengan kondisi konsumen yang memiliki tingkat kemampuan ekonomi yang berbeda? Golongan pemakaian listrik 900 dan 1300 VA bisa jadi dimiliki oleh  konsumen dengan tingkat ekonomi atas, menengah, atau bawah. Dalam hal ini, pemerintah perlu melakukan restrukturisasi tarif berdasarkan tingkat ekonomi konsumen. Dengan demikian prinsip keadilan dapat terlaksanakan. Selain itu, dengan melakukan hal ini, pendapatan PLN dari tarif nonsubsidi kepada pelanggan golongan atas akan meningkat.  Bila hal ini terlaksanakan maka besar subsidi yang diberikan dapat diturunkan.</p>
<p>Akhirnya, bila subsidi listrik dapat diturunkan, maka alokasi anggaran bidang lain seperti pendidikan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat akan meningkat. </p>
<p>Referensi:<br />
[1]	Laporan Tahunan PLN tahun 2008<br />
[2]	Ir. Fahmi Mochtar, &#8220;Kesiapan Pengusahaan Listrik PLN dalam Situasi Krisis Energi, Tanpa Mengabaikan Kepentingan Stakeholders&#8221;, pada Round Table Discussion Sekolah Teknik Elektro &amp; Informatika ITB Aula Barat ITB, 30 April 2008<br />
[3]	Saepudin, Aep. “Strategi Pengendalian Penurunan Frekuensi Sistem Tenaga Listrik Di Region Jawa Barat”. Laporan Kerja Praktek, Teknik Elektro ITB. 2008<br />
[4]	http://www.analisadaily.com<br />
[5]	Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2006 &#8211; 2025<br />
[6]	http://www.indonesiapower.co.id</p>
<br />Filed under: <a href='http://epsdin.wordpress.com/category/ekonomi/'>Ekonomi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=139&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2010/05/16/langkah-menurunkan-subsidi-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://epsdin.files.wordpress.com/2010/05/kurva-beban.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kurva beban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>100 ayat motivasi!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2009/10/27/100-motivasi/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2009/10/27/100-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayat-ayat Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[“Pahlawan Bukanlah Orang Yang Berani Meletakkan Pedangnya Di Pundak Lawan, Tetapi Pahlawan Sebenarnya Ialah Orang Yang Sanggup Menguasai Dirinya Dikala  Ia Marah” (Nabi Muhammad SAW) “Hanya Mereka Yang Berani Gagal Dapat Meraih Keberhasilan” (Robert  F. Kennedy) “Setiap Pria Dan Wanita Yang Sukses Adalah Pemimpi-Pemimpi Besar. Mereka Berimajinasi Tentang Masa Depan Mereka, Berbuat Sebaik Mungkin Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=131&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>“Pahlawan Bukanlah Orang Yang Berani Meletakkan Pedangnya Di Pundak Lawan, Tetapi Pahlawan Sebenarnya Ialah Orang Yang Sanggup Menguasai Dirinya Dikala  Ia Marah” (Nabi Muhammad SAW)</li>
<li>“Hanya Mereka Yang Berani Gagal Dapat Meraih Keberhasilan” (Robert  F. Kennedy)</li>
<li>“Setiap Pria Dan Wanita Yang Sukses Adalah Pemimpi-Pemimpi Besar. Mereka Berimajinasi Tentang Masa Depan Mereka, Berbuat Sebaik Mungkin Dalam Setiap Hal, Dan Bekerja Setiap Hari Menuju Visi Jauh Ke Depan Yang Menjadi Tujuan Mereka” (Brian Tracy)</li>
<li>“Tiga Sifat Manusia Yang Merusak  Adalah, Kikir Yang Dituruti, Hawa Nafsu Yang Diikuti, Serta Sifat Mengagumi Diri Sendiri Yang Berlebihan” (Nabi Muhammad Saw)</li>
<li>“Percayalah Pada Keajaiban Tapi Jangan Tergantung Padanya” (H. Jackson Brown, Jr)</li>
<li>“Rayulah Aku, Dan Aku Mungkin Tak Mempercayaimu. Kritiklah Aku, Dan Mungkin Aku Tak Menyukaimu. Acuhkan Aku, Dan Mungkin Aku Tak Memaafkanmu. Semangatilah Aku, Dan Mungkin Aku Takkan Melupakanmu” (William Arthur)</li>
<li>“Jika Anda Membuat Orang Lain Bahagia Hari Ini, Anda Juga Membuat Dia Berbahagia Dua Puluh Tahun Lagi, Saat Ia Mengenang Peristiwa Itu” (Sydney Smith)</li>
<li>“Manusia Yang Paling Lemah Ialah Orang Yang Tidak Mampu Mencari Teman. Namun Yang Lebih Lemah Dari Itu Ialah Orang Yang Mendapatkan Banyak Teman Tetapi Menyia-Nyiakannya” (Ali Bin Abi Tholib)</li>
<li>“Jangan Segan Mengulurkan Tangan Anda.  Tetapi Jangan Anda Enggan Untuk Menjabat  Tangan Orang Lain Yang Datang Pada Anda” (Pope John XXIII)</li>
<li>“Alam Memberi Kita Satu Lidah, Akan Tetapi Memberi Kita  Dua Telinga, Agar Supaya Kita Dua Kali Lebih Banyak Mendengar Daripada Berbicara” (La Rouchefoucauld)</li>
<li>“Sahabat Paling Baik Dari Kebenaran Adalah Waktu, Musuhnya Yang Paling Besar Adalah Prasangka, Dan Pengiringnya Paling Setia Adalah Kerendahan Hati” (Caleb C Harles Colton)</li>
<p><span id="more-131"></span></p>
<li>“Kebahagiaan Tergantung Pada Apa Yang Dapat Anda Berikan, Bukan Pada Apa Yang Anda Peroleh” (Mohandas Gandhi)</li>
<li>“Keberhasilan Tidak Diukur Dengan Apa Yang Telah Anda Raih, Namun Kegagalan Yang Telah Anda Hadapi, Dan Keberanian Membuat Anda Tetap Berjuang Melawan Rintangan Yang Bertubi-Tubi” (Orison Swett Marden)</li>
<li>“Dan Bahwa Setiap Pengalaman Mestilah Dimasukkan Ke Dalam Kehidupan, Guna Memperkaya Kehidupan Itu Sendiri. Karena Tiada Kata Akhir  Untuk Belajar Seperti Juga Tiada Akhir Untuk Kehidupan” (Annemarie Shcimmel)</li>
<li>“Urusan Kita Dalam Kehidupan Ini Bukanlah Untuk Mendahului  Orang Lain Tetapi  Untuk Melampaui Diri Kita Sendiri, Untuk Memecahkan Rekor Kita Sendiri, Dan Untuk Melampaui Hari Kemarin Dengan Hari Ini” (Stuart B. Johnson)</li>
<li>“Saya Telah Mempelajari Kehidupan  Pria-Pria Besar Dan Wanita-Wanita Terkenal, Dan Saya Menemukan Bahwa Mereka Yang Mencapai Puncak Keberhasilan Adalah Mereka Yang Melakukan Pekerjaan-Pekerjaan Yang Ada Di Hadapan Mereka Dengan Segenap Tenaga, Semangat, Dan Kerja Keras” (Harry S. Truman)</li>
<li>“Sebagian Orang Mengatakan Kesempatan Hanya Datang Satu Kali. Itu Tidak Benar. Kesempatan Itu Selalu Datang, Tetapi Anda Harus Siap Menanggapinya” (Louis L’amour)</li>
<li>“Kegagalan Dibagi Menjadi Dua Sebab. Yakni, Orang Yang Berpikir Tetapi Tidak Pernah Bertindak, Dan Orang Yang Bertidak Tetapi Tidak Pernah Berpikir” (W.A. Nance)</li>
<li>“Kebahagiaan Tertinggi Dalam Kehidupan Adalah Kepastian Bahwa Anda Dicintai Seperti Apa Adanya, Atau Lebih Tepatnya Dicintai Walaupun Anda Seperti Diri Anda Adanya” (Victor Hugo)</li>
<li>“Saat  Salah Satu Pintu Kebahagiaan Tertutup, Pintu Yang Lain Terbuka. Hanya Seringkalio Kita Terpaku Begitu Lama Pada Pintu Yang Tertutup Sehingga Tak Melihat  Yang Telah Terbuka</li>
<li>Untuk Kita” (Helen Keller)</li>
<li>“Jika Kita Memulainya Dengan Kepastian, Kita Akan Berakhir Dalam Keraguan, Tetapi Jika Kita Memulainya Dengan Keraguan, Dan Bersabar Menghadapinya, Kita Akan Berakhir Dalam Kepastian” (Francis Bacon)</li>
<li>“Jangan Lihat Masa Lampau Dengan Penyesalan, Jangan Pula Lihat Masa Depan Dengan Ketakutan, Tapi Lihatlah Sekitarmu Dengan Penuh Kesadaran” (James Thurber)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Begitu Luar Biasa, Ketika Mereka Mulai Berpikir Bahwa Mereka Bisa Melakukan Sesuatu. Saat Mereka Percaya Pada Diri Mrereka Semdiri, Mereka Memiliki Rahasia Kesuksesan Yang Pertama” (Norman  Vincent Peale)</li>
<li>“Kebahagiaan Anda Akan Tumbuh Berkembang Manakala Anda Membantu Orang Lain. Namun Bilamana Anda Tidak Mencoba Membantu Sesama, Kebahagiaan Akan  Layu Dan Mengering. Kebahagiaan Bagaikan Sebuah Tanaman, Harus Disirami Setiap Hari Dengan Sikap Dan Tindakan Memberi” (J. Donald Walster)</li>
<li>“Sedikit Sekali Orang Kaya Yangmemiliki Hartanya Sendiri. Hartalah Yang Memiklik Mereka” (Robert G. Ingersoll)</li>
<li>“Hidup Adalah Sebuah Tantangan, Maka Hadapilah. Hidup Adalah Sebuah Lagu, Maka Nyanyikanlah. Hidup Adalah  Sebuah Mimpi, Maka Sadarilah. Hidup Adalah Sebuah Permainan, Maka Mainkanlah. Hidup Adalah Cinta, Maka Nikmatilah” (Bhagawan  Sri Sthya Sai Baba)</li>
<li>“Orang Yang Bahagia Bukanlah Orang Pada Lingkungan Tertentu, Melainkan Orang Dengan Sikap-Sikap Tertentu” (Hugh Down)</li>
<li>“Jangan Takut Untuk Mengambil Satu Langkah Besar Bila Memang Itu Diperlukan. Anda Takkan Bisa Meloncati Sebuah Jurang Dengan Dua Lompatan  Kecil” (David Lloyd George)</li>
<li>“Tak Ada Rahasia Untuk Menggapai Sukses. Sukses Itu Terjadi Karena Persiapan, Kerja Keras, Dan Mau Belajar Dari Kegagalan” (General Collin Powel)</li>
<li>“Kita Menilai Diri Kita Dengan Mengukur Dari Apa Yang Kita Rasa Mampu Untuk Kerjakan, Orang Kain Menilai Diri Kita Dengan Mengukur Dari Apa Yang Telah Kita Lakukan” (Henry  Wadsworth Longfellow)</li>
<li>“Pengalaman Bukan Yang Terjadi Pada Anda, Melainkan Pada Apa Yang Anda Lakukan Atas Apa Yang Terjadi Pada Anda” (Aldous Huxley)</li>
<li>“Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak, Dan Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi” (Jawaharlal Nehru)</li>
<li>“Orang Yang Sederhana Itu Sederhana Dalam Ucapan, Tetapi Hebat Dalam Tindakan” (Confusius)</li>
<li>“Kita Tidak Tahu Bagaimana Hari Esok, Yang Bisa Kita Lakukan Ialah Berbuat Sebaiknya Dan Berbahagia Pada Hari Ini” (Samuel Taylor Coleridge)</li>
<li>“Lakukan Semua Kebaikan Yang Yang Dapat Anda Lakukan Dengan Segala Kemampuan Anda, Dengan Semua Cara Yang Anda Bisa, Di Segala Tempat, Setiap Saat, Kepada Semua Orang, Selama Anda Bisa” (Samuel Wesley)</li>
<li>“Amatlah Sedikit Yang Diperlukan Untuk Membuat Suatu Kehidupan Yang Membahagiakan, Semuanya Ada Di Dalam Diri Anda Sendiri, Yaitu Di Dalam Anda Berpikir Dan Bersikap” (Fred Corbett)</li>
<li>“Kesalahan Terbesar Yang Bisa Dibuat Oleh Manusia Di Dalam Kehidupannya Adalah  Terus-Menerus Mempunyai Rasa Takut Bahwa Mereka Akan Membuat Kesalahan” (Elbert Hubbard)</li>
<li>“Kebanggaan Kita Yang Terbesar Adalah Bukan Tidak Pernah Gagal, Tetapi Bangkit Kembali Setiap Kali Kita Jatuh” (Confusius)</li>
<li>“Tiadanya Keyakinanlah Yang Membuat Orang Takut Menghadapi Tantangan, Dan Saya Percaya Pada Diri Saya Sendiri” (Muhammad Ali)</li>
<li>“Banyak Kegagalan Dalam Hidup Ini, Dikarenakan Orang-Orang Tidak Menyadari Betapa Dekatnya Mereka Dengan Keberhasilan Saat Mereka  Menyerah” (Thomas Alva Edison)</li>
<li>“Semua Orang Tidak Perlu Menjadi Malu Karena Berbuat Kesalahan, Selama Ia Menjadi Lebih Bijaksana Daripada Sebelumnya” (Alexander Pope)</li>
<li>“Kita Berdoa Kalau Kesusahan Dan Membutuhkan Sesuatu, Mestinya Kita Berdoa Dalam Kegembiraan Besar Dan Saat Rezeki Melimpah” (Kahlin Gibran)</li>
<li>“Bagian Terbaik Dari Hidup Seseorang Adalah Perbuatan-Perbuatan Baiknya Dan Kasihnya Yang Tidak Diketahui Orang Lain” (William Wordsworth)</li>
<li>“Hiduplah Seperti Pohon Kayu Yang Lebat Buahnya, Hidup Di Tepi Jalan Dan Dilempari Orang Dengan Batu, Tetapi Dibalas Dengan Buah” (Abu Bakar Sibli)</li>
<li>“Apabila Kamu Tidak Dapat Memberikan Kebaikan Kepada Orang Lain Dengan Kekayaanmu, Berilah Mereka Kebaikan Dengan Wajahmu Yang Berseri-Seri, Disertai Dengan Akhlak  Yang Baik” (Nabi Muhammad Saw)</li>
<li>“Jadilah Kamu Manusia Yang Pada Kelahiranmu Semua Orang Tertawa Bahagia, Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Menangis, Dan Pada Kematianmu Semua Orang Menangis Sedih, Tetapi Hanya Kamu Sendiri Yang Tersenyum” (Mahatma Ghandi)</li>
<li>“Keramahtamahan Dalam Perkataan Menciptakan Keyakinan, Keramahtamahan Dalam Pemikiran Menciptakan Kedamaian, Keramahtamahan Dalam Memberi Menciptakan Kasih” (Lao Tse)</li>
<li>“Kaca, Porselin, Dan Nama Baik, Adalah Sesuatu Yang Gampang Sekali Pecah, Dan Tak Kan Dapat Direkatkan Kembali Tanpa Meninggalkan Bekas Yang Nampak” (Benjamin Franklin)</li>
<li>“Kita Melihat Kebahagiaan Itu Seperti Pelangi, Tidak Pernah Berada Di Atas Kepala Kita Sendiri, Tetapi Selalu Berada Di Atas Kepala Orang Lain” (Thomas Hardy)</li>
<li>“Bersikaplah Kukuh Seperti Batu Karang Yang Tidak Putus-Putusnya Dipukul Ombak. Ia Tidak Saja Tetap Berdiri Kukuh, Bahkan Ia Menentramkan Amarah Ombak Dan Gelombang” (Marcus Aurelius)</li>
<li>“Karena Manusia Cinta Akan Dirinya, Tersembunyilah Baginya Aib Dirinya, Tidak Kelihatan Olehnya Walaupun Nyata. Kecil Dipandangnya Walaupun Bagaimana Besarnya” (Jalinus At Thabib)</li>
<li>“Jika Orang Berpegang Pada Keyakinan, Maka Hilanglah Kesangsian. Tetapi Jika Orang Sudah Mulai Berpegang Pada Kesangsian, Maka Hilanglah Keyakinan” (Sir Francis Bacon)</li>
<li>“Perbuatan-Perbuatan Salah Adalah Biasa Bagi Manusia, Tetapi Perbuatan Pura-Pura Itulah Sebenarnya Yang Menimbulkan Permusuhan Dan Pengkhianatan” (Johan Wolfgang Goeth)</li>
<li>“Sesuatu Yang Belum Dikerjakan, Seringkali Tampak Mustahil, Kita Baru Yakin Kalau Kita Telah Berhasil Melakukannya Dengan Baik” (Evelyn Underhill)</li>
<li>“Musuh Yang Paling Berbahaya Di Atas Dunia Ini Adalah Penakut Dan Bimbang. Teman Yang Paling Setia Hanyalah Keberanian Dan Keyakinan Yang Teguh” (Andrew Jackson)</li>
<li>“Kebanyakan Dari Kita Tidak Mensyukuri Apa Yang Yang Sudah Kita Miliki, Tetapi Kita Selalu Menyesali Apa Yang Belum Kita Capai” (Schopenhauer)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Sukses Telah Belajar Membuat Diri Mereka Melakukan Hal Yang Yang Harus Dikerjakan Ketika Hal Itu Memang Harus Dikerjakan, Entah Mereka Menyukainya Atau Tidak” (Adlus Huxley)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Hebat Di Bidang Apapun Bukan Baru Bekerja Karena Mereka Terinspirasi, Namun Mereka Terinspirasi Karena Mereka Lebih Suka Bekerja. Mereka Tidak Menyia-Nyiakan Waktu  Untuk Menunggu Inspirasi” (Ernest Newman)</li>
<li>“Belajarlah Dari Kesalahan Orang Lain. Anda Tak Dapat Hidup Cukup Lama Untuk Melakukan Semua Kesalahan  Itu Sendiri” (Martin Vanbee)</li>
<li>“Dalam Masalah Hati Nurani, Pikiran Pertamalah Yang Terbaik. Dalam Masalah Kebijaksanaan, Pemikiran Terakhirlah Yang Paling Baik” (Robert Hall)</li>
<li>“Cara Untuk Menjadi Di Depan Adalah Memulainya Sekarang, Jika Memulai Sekarang, Tahun Depan Anda  Akan  Tahu Banyak Hal Yang Sekarang Tidak Diketahui, Dan Anda Tak Akan Mengetahui Masa Depan Jika Anda Menunggu-Nunggu” (Willian Feather)</li>
<li>“Ancaman Nyata Sebenarnya Bukan Pada Saat Komputer Mulai Bisa Berpikir Seperti Manusia, Tetapi Ketika Manusia Mulai Berpikir Seperti Komputer” (Sydney Harris)</li>
<li>“Orang Yang Berhasil Akan Mengambil Manfaat Dari Kesalahan-Kesalahan Yang Ia Lakukan, Dan Akan Mencoba Kembali Untuk Melakukan Dalam Suatu Cara Yang Berbeda” (Dale Carnegie)</li>
<li>“Hati Yang Penuh Syukur, Bukan Saja Merupakan Kebijakan Yang Terbesar, Melainkan Merupakan Pula Induk  Segala Kebijakan Yang Lain” (Cicero)</li>
<li>“Semua Yang Di Mulai Dengan Rasa Marah, Akan Berakhir Dengan Rasa Malu” (Benjamin Franklin)</li>
<li>“Apa Yang Nampak Sebagai Suatu Kemurahan Hati, Sering Sebenarnya Tiada Lain Daripada Ambisi Yang Terselubung, Yang Mengabaikan Kepentingan-Kepentingan Kecil Untuk Mengejar Kepentingan-Kepentingan Yang Lebih Besar” (La Roucefoucauld)</li>
<li>“Kita Semua Hidup Dalam Ketegangan, Dari Waktu Ke Waktu Serta Dari Hari Ke Hari, Dengan Kata Lain, Kita Adalah Pahlawan Dari Cerita Kita Sendiri” (Mary Mc Carthy)</li>
<li>“Kerendahan Hati Menuntun Pada Kekuatan Bukan Kelemahan. Me;Lakukan Kesalahan Dan Melakukan Perubahan Atas Kesalahan Adalah Adalah Bentuk Tertinggi Dari Prnghormatan  Pada Diri Sendiri” (John Mc Cloy)</li>
<li>“Semakin Tua, Semakin Aku Menyadari Dampak Dari Sikapku Terhadap Diriku Sendiri. Sikap, Menurutku Lebih Penting Daripada Fakta, Lebih Penting Dari Pada Masa Lalu, Daripada Pendidikan, Daripada Uang, Daripada Lingkungan, Daripada Kegagalan, Daripada Keberhasilan, Daripada Yang Orang Lain Pikirkan, Katakan, Atau Lakukan. Lebih Penting Daripada Penampilan, Hadiah, Ataupun Ketrampilan. Sikaplah Yang Membangun Atau Menghancurkan Perusahaan, Rumah Ibadah Ataupun Rumah” (Charles Swindoll)</li>
<li>“Apapun Tugas Hidup Anda, Lakukan Dengan Baik. Seseorang Semestinya Melakukan Pekerjaannya Sedemikian Baik Sehingga Mereka Yang Masih Hidup, Yang Sudah Mati, Dan Yang Belum Lahir Tidak Mampu Melakukannya Lebih Baik Lagi” (Martin Luther King)</li>
<li>“Perjuanganku Lebih Mudah Karena Mengusir Penjajah, Tapi Perjuanganmu Akan Lebih Sulit Karena Melawan Bangsamu Sendiri” (Bung Karno)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Gagal Di Bagi Menjadi Dua, Yaitu Mereka Yang Berpikir Gagal Padahal Tidak Pernah Melakukannya, Dan Mereka Yang Melakukan Kegagalan Dan Tak Pernah Memikirkannya” (John Charles Salak)</li>
<li>“Kegagalan Adalah Sesuatu Yang Bisa Kita Hindari Dengan Tidak  Mengatakan Apa-Apa, Tidak Melakukan Apa-Apa, Dan Tidak Menjadi Apa-Apa” (Dennis Waitley)</li>
<li>“Persahabatan Adalah Hal Tersulit Untuk Dijelaskan Di Dunia Ini. Dan Ini Buka Soal Apa Yang Anda Pelajari Di Sekolah. Tetapi Bila Anda Tidak Pernah Belajar Makna Persahabatan, Anda Benar-Benar Tidak Belajar Apapun” (Muhammad Ali)</li>
<li>“Kebaikan Hati Adalah Ketidakmampuan  Untuk Tetap Tentram Jika Ada Orang Lain Merasa Gelisah, Ketidakmampuan Untuk Tetap Merasa Nyaman Jika Ada Orang Merasa Tidak Nyaman, Ketidakmampuan Untuk Tetap Berperasaan  Enak Apabila Seorang Tetangga Sedang Gundah” (Samuel H. Holdenson)</li>
<li>“Maafkanlah Musuh-Musuh Anda, Tapi Jangan Pernah Melupakan Nama-Namanya” (John F. Kennedy)</li>
<li>“Hal Terbaik Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Orang Lain Bukanlah Membagikan Kekayaan Anda, Tetapi Membantu Ia Untuk Memiliki Kekayaannya Sendiri” (Benjamin Disraeli)</li>
<li>“Ada Dua Macam Manuusia Di Dunia Ini, Mereka Yang Mencari Alasan Dan Mereka Yang Mencari Keberhasilan. Orang Yang Mencari Alasan Selalu Mencari Alasan Mengapa Pekerjaannya Tidak Selesai, Dan Orang Yang Mencari Keberhasilan Selalu Mencari Alasan Mengapa Pekerjaannya Dapat Terselesaikan” (Alan Cohen)</li>
<li>“Agar Dapat Mengambil Keputusan Dengan Tepat  Dalam Hidup Ini, Anda Harus Mendengar Jiwa Anda. Untuk Dapat Melakukannya, Anda Perlu Merasakan Kesenyapan, Yang Ditakuti Oleh Sebagian Besar Orang, Karena Di Dalam Kesunyian, Anda Dapat Mendengar Kebenaran Dan Melihat Pemecahan-Pemecahan” (Deepak Chopra)</li>
<li>“Cintailah Orang Yang Kau Cintainya Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Suatu Hari Kelak, Ia Akan Berbalik Menjadi Orang Yang Kau Benci. Dan Bencilah Orang Yang Kau Benci Sekedarnya Saja, Siapa Tahu Pada Suatu Hari Kelak, Ia Akan Berbalik Menjadi Orang Yang Kau Cintai” (Imam Ali RA)</li>
<li>“Sebuah Tong Yang Berisi Dengan Pengetahuan Belum Tentu Sama Nilainya Dengan Setetes Budi” (Phytagoras)</li>
<li>“Bila Rahasia Sebuah Atom Dari Atom-Atom Tersingkap, Rahasia Segala Benda Ciptaan, Baik Lahir Maupun Batin Akan Tersingkap, Dan Kau Takkan Melihat Pada Dunia Ini  Atau Dunia Yang Akan Datang Sesuatu Kecuali Tuhan” (Syaikh Ahmad Al Alawi)</li>
<li>“Lebih Baik Menjaga Mulut Anda Tetap Tertutup  Dan Membiarkan Orang Lain Menganggap Anda Bodoh, Daripada Membuka Mulut Anda Dan Menegaskan Semua Anggapan Mereka” (Mark Twain)</li>
<li>“Kepuasan Terletak Pada Usaha, Bukan Pada Hasil. Berusaha Dengan Keras Adalah Kemenangan Yang Hakiki” (Mahatma Gandhi)</li>
<li>“Hal Terindah Yang Dapat Kita Alami Adalah Misteri. Misteri Adalah Sumber Semua Seni Sejati Dan Semua Ilmu Pengetahuan” (Albert Einstein)</li>
<li>“Orang-Orang Yang Melontarkan Kritik Bagi Kita Pada Hakikatnya Adalah Pengawal Jiwa Kita, Yang Bekerja Tanpa Bayaran” (Coorie Ten Boom)</li>
<li>“Sukses Berjalan Dari Satu Kegagalan Ke Kegagalan Yang Lain, Tanpa Kita Kehilangan Semangat” (Abraham Lincoln)</li>
<li>“Seberapa Jauh Perjalanan Anda Dalam Hidup Ini Bergantung Pada; Apakah Anda Bersikap Lembut Kepada Yang Lebih Muda, Bersikap Kasih Kepada Yang Lebih Tua, Bersimpati Kepada Yang Harus Berjuang Lebih Keras, Dan Bertenggang Rasa Kepada Yang Lemah Dan Yang Kuat. Suatu Hari Dalam Hidup Ini, Anda Akan Menjadi Salah Satu Di Antaranya” (George Washington Carver)</li>
<li>“Kata Yang Paling Indah Di Bibir Umat Manusia Adalah Kata “Ibu”, Dan Panggilan Paling Indah Adalah “Ibuku”. Ini Adalah Kata Yang Penuh Harapan Dan Cinta, Kata Manis Dan Baik Yang Keluar Dari Kedalaman Hati” (Kahlil Gibran)</li>
<li>“Sahabatmu Adalah Kebutuhan Jiwamu Yang Terpenuhi. Dialah Ladang Hatimu, Yang Dengan Kasih Kau Taburi Dan Kau Pungut Buahnya Penuh Rasa Terima Kasih. Kau Menghampirinya Di Kala Hati Gersang Kelaparan, Dan Mencarinya Di Kala Jiwa Membutuhkan Kedamaian. Janganlah Ada Tujuan Lain Dari Persahabatan Kecuali Saling Memperkaya Jiwa” (Kahlil Gibran)</li>
<li>“Seorang Pecundang Tidak Tahu Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Kalah, Tetapi Sesumbar Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Menang. Sedangkan Pemenang Tidak Berbicara Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Ia Menang, Tetapi Tahu Apa Yang Akan Dilakukannya Bila Kalah” (Eric Berne)</li>
<li>“Bila Ada Cahaya Dalam Jiwa, Maka Akan Hadir Kecantikan Dalam Diri Seseorang. Bila Ada Kecantikan Dalam Diri Seseorang, Akan Hadir Keharmonisan Dalam Rumah Tangga. Bila Ada Keharmonisan Dalam Rumah Tangga, Akan Hadir Ketertiban Dalam Negara. Dan Bila Ada Ketertiban Dalam Negara, Akan Hadir Kedamaian Dalam Dunia” (Pepatah Cina)</li>
<li>“Seekor Burung Hantu Yang Bijaksana Duduk Di Sebatang Dahan. Semakin Banyak Ia Melihat , Semakin Sedikit Ia Berbicara. Semakin Sedikit Ia Berbicara, Semakin Banyak Ia Mendengar. Mengapa Kita Tidak Seperti Burung Hantu  Yang Bijaksana Itu??” (Edward Hersey Richard)</li>
<li>“Pandanglah Hari Ini. Kemarin Sudah Menjadi Mimpi. Dan Esok Hari Hanyalah Sebuah Visi. Tetapi Hari Ini Yang Sungguh Nyata, Menjadikan Kemarin Sebagai Mimpi Kebahagiaan, Dan Setiap Hari Esok Sebagai Visi Harapan” (Alexander Pope)</li>
<li>“Jadikan Deritaku Ini Sebagai Kesaksian, Bahwa Kekuasaan Seorang Presiden Sekalipun Ada Batasnya. Karena Kekuasaan Yang Langgeng Hanyalah Kekuasaan Rakyat. Dan Di Atas Segalanya Adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa” (Ir. Soekarno)</li>
<li>“Ia Yang Datang Akan Pergi. Seorang Penguasa, Pengemis, Atau Pertapa. Setiap Orang Yang Lahir Pasti Mati. Menghembuskan Nafas Terakhir Di Atas Tahta, Atau Di Seret Ke Dalam Kubur Dengan Kaki Dan Tangan Terikat, Apa Bedanya?” (Kabir)</li>
<li>“Tidak Seorangpun Yang Menghitung-Hitung, Berapa Untung Yang Kudapat Nanti Dari Republik Ini  Jikalau Aku Berjuang Dan Berkorban  Untuk Mempertahankannya” (Bung Karno)</li>
<li>“Satu-Satunya Hal Yang Harus Kita Takuti Adalah Ketakutan Itu Sendiri” (Franklin D. Rooselvelt)</li>
<li>“Saya Melihat Seorang Pemecah Batu Sedang Memukul Sebongkah Batu Padas Sampai Seratus Kali Tanpa Kelihatan Retak Sedikitpun. Tapi, Pada Pukulan Yang Ke Seratus Satu Kali, Batu Itu Pecah Menjadi Dua. Saya Tahu Bahwa Bukan Pukulan  Yang Terakhir Itu Yang Membelah Batu, , Tapi Semua Pukulan Yang Sudah Dilakukan Sebelumnya” (Jacoob Riis)</li>
</ol>
<p>Sumber : KUMPULAN PETUAH-PETUAH BIJAK PEMBANGUN JIWA MENUJU SUKSES (Didit Endriawan, S.Sn., alumnus mahasiswa FSRD ITB)</p>
<br />Posted in Ayat-ayat Motivasi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=131&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2009/10/27/100-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka Unik!!!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/19/angka-unik/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/19/angka-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 10:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Ketik tanggal lahir anda, kemudian : dikalikan 4, ditambah 13, dikalikan 25, dikurangi 200, ditambah Bulan lahir anda dikalikan 2, dikurangi 40, dikalikan 50, ditambah dua digit terakhir dari tahun lahir anda terakhir dikurangi 10.500 Maka kalian akan menemukan suatu angka yang unik ! ! ! Selamat mencoba &#8230; Posted in Others<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=125&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><strong>Ketik tanggal lahir anda, kemudian :</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 4,</strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> ditambah</span> 13,<br />
<span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 25,<br />
<span style="color:#ff0000;"> dikurangi </span>200,<br />
<span style="color:#ff00ff;"> ditambah</span> Bulan lahir anda<br />
<span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 2,<br />
dikurangi 40,<br />
<span style="color:#0000ff;"> dikalikan</span> 50,<br />
<span style="color:#ff00ff;"> ditambah </span>dua digit  terakhir dari tahun lahir anda<br />
terakhir <span style="color:#ff0000;">dikurangi </span>10.500</strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Maka kalian akan menemukan suatu angka yang unik ! ! !</strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Selamat mencoba &#8230;</span></strong></p>
<br />Posted in Others  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=125&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/19/angka-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Sifat Manusia</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/17/empat-sifat-manusia/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/17/empat-sifat-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keunikan dari manusia adalah mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain. Walaupun secara fisik mirip (kembar), namun secara sifat pasti berbeda. Perbedaan inilah yang dapat membuat manusia saling melengkapi satu sama lain. Dalam dunia psikologi, terdapat empat tipe sifat manusia. Setiap orang memiliki beberapa dari tipe sifat ini. Sifat manakah yang melekat pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=121&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu keunikan dari manusia adalah mempunyai sifat yang berbeda satu sama lain. Walaupun secara fisik mirip (kembar), namun secara sifat pasti berbeda. Perbedaan inilah yang dapat membuat manusia saling melengkapi satu sama lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam dunia psikologi, terdapat empat tipe sifat manusia. Setiap orang memiliki beberapa dari tipe sifat ini. Sifat manakah yang melekat pada diri Anda?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama<span style="color:#0000ff;"> sangunis, si populer</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kepribadian yang menarik, punya rasa humor yang tinggi, suka menghidupkan suasana, emosional dan demonstratif, periang dan penuh semangat, serta penug rasa ingin tahu. Dalam pekerjaan, kreatif, inovatif, antusiasme, sukarelawan, mengilhami orang lain untuk bekerja. Sebagai seorang teman, mudah bergaul, mencintai orang lain, suka dipuji dan menyenangkan. Suka kegiatan spontan, merupakan figure seorang pemimpin sirkus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua <span style="color:#ff00ff;">melankolis, si sempurna</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Filosofis dan puitis, serius dan tekun, analitis, mendalam dan penuh pikiran, menghargai keindahan, peka terhadap perasaan orang lain, idealis dan suka berkorban. Dalam pekerjaan, orang melankolis berorientasi pada jadwal, perfeksionis, punya standar yang tinggi dan rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai. Sebagai seorang teman, melankolis adalah orang yang setia, mau mendengar keluhan, hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga<span style="color:#ff0000;"> koleris, si kuat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, berkemauan kuat dan tegas, tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, memancarkan keyakinan, bebas dan mandiri. Dalam pekerjaan, berorientasi target, melihat seluruh gambaran, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis, bergerak cepat untuk bertindak, mendelegasikan pekerjaan, menekankan pada hasil, berkembang karena saingan. Orang koleris tidak terlalu perlu teman, mau bekerja untuk kegiatan, mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keempat <span style="color:#008000;">phlegmatis, si damai aka adem ayem</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rendah hati, mudah bergaul dan santai, tenang, sabar, konsisten, simpatik dan baik hati. menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan. Dalam pekerjaan, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, baik di bawah tekanan, menemukan cara yang mudah, mudah diajak bergaul, menyenangkan, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari sifat di atas, dapat diringkas</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="color:#993300;">Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat &#8211; Pesimis )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">So, sifat manakah yang ada pada diri Anda?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(sumber : <a title="http://amd2007.wordpress.com/" href="http://amd2007.wordpress.com/" target="_blank">http://amd2007.wordpress.com/</a> dengan beberapa perubahan)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />Posted in Others  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=121&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/17/empat-sifat-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjuangan = sabar dan istiqomah!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/12/perjuangan-sabar-dan-istiqomah/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/12/perjuangan-sabar-dan-istiqomah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 03:30:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hidup adalah perjuangan&#8221;. Begitulah motto hidup dari salah seorang sahabatku. Memang benar kalimat tersebut. Tanpa perjuangan, kita tidak akan bertahan dalam menjalani derasnya bahtera kehidupan yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Tapi, apakah cukup dengan kata &#8220;perjuangan&#8221;, permasalahan hidup dan kehidupan akan teratasi? Dalam menyelami perjuangan, keteguhan akan prinsip hidup kita akan terguncang. Berjalan dijalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=114&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;">&#8220;Hidup adalah perjuangan&#8221;</span>. Begitulah motto hidup dari salah seorang sahabatku. Memang benar kalimat tersebut. Tanpa perjuangan, kita tidak akan bertahan dalam menjalani derasnya bahtera kehidupan yang penuh dengan rintangan dan tantangan.</p>
<p>Tapi, apakah cukup dengan kata &#8220;perjuangan&#8221;, permasalahan hidup dan kehidupan akan teratasi? Dalam menyelami perjuangan, keteguhan akan prinsip hidup kita akan terguncang. Berjalan dijalan perjuangan tidaklah semulus jalan tol yang minim akan belokan dan kemacetan. <span style="color:#ff0000;">Berjalan dijalan perjuangan bagai mendaki tebing dan gunung-gunung.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Adalah kesabaran dan keistiqomahanlah yang akan membuat kita kuat menjalani proses pendakian tebing dan gunung itu</span>. Kesabaran menjalani beratnya beban masalah dan keistiqomahan menjalani proses perjuangan yang terasa panjang.</p>
<p>Menjalani hidup <span style="color:#ff0000;">janganlah mengharapkan kesempurnaan</span> akan hasil yang akan diraih karena kita pun bukanlah makhluk yang luput dari ketidaksempurnaan.  Mengejar kesempurnaan bagaikan mencari ujung bumi yang bulat. Dia tidak akan pernah berakhir pada ujung tertentu. Karena <span style="color:#ff0000;">kesempurnaan bukanlah merupakan tujuan akhir tapi perjalanan yang tiada berakhir</span>.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Sabar dan istiqomahlah dalam menjalani proses perjuangan. Niscaya, secercah kesempurnaan itu akan terasa dekat di hati&#8230;. SEMANGAT!!!</span></p>
<br />Posted in My Heart  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=114&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/12/perjuangan-sabar-dan-istiqomah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimasi Pembangkitan Daya untuk Inverter pada Sistem Turbin Angin Skala Kecil yang Terhubung dengan Grid (1)</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/11/optimasi-pembangkitan-daya-untuk-inverter-pada-sistem-turbin-angin-skala-kecil-yang-terhubung-dengan-grid-1/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/11/optimasi-pembangkitan-daya-untuk-inverter-pada-sistem-turbin-angin-skala-kecil-yang-terhubung-dengan-grid-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 06:22:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Abstrak – Daya keluaran sistem turbin angin tidak akan maksimum dan optimal tanpa ada sistem control yang handal pada peralatan eletronik penunjangnya. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai sistem optimasi daya pada turbin angin skala kecil yang terhubung dengan grid (jala-jala) dengan kecepatan angin bervariasi. Sistem yang digunakan terdiri dari turbin angin, generator sinkron magnet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=104&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Abstrak – Daya keluaran sistem turbin angin tidak akan maksimum dan optimal tanpa ada sistem control yang handal<span> </span>pada peralatan eletronik penunjangnya. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai sistem optimasi daya pada turbin angin skala kecil yang terhubung dengan grid (jala-jala) dengan kecepatan angin bervariasi. Sistem yang digunakan terdiri dari turbin angin, generator sinkron magnet permanen, penyearah diode tiga fasa, konverter DC-DC, dan inverter tiga fasa dengan teknik kendali PWM. Dengan menggunakan algoritma MPPT (Maximum Power Point Tracking) pada inverter, data keluaran diharapkan bernilai<span> </span>maksimum dan dapat sinkron dengan grid. Penelitian dan pengkajian sistem ini dilengkapi dengan studi pemodelan sistem turbin angin dengan menggunakan software PSIM@ </em></strong></p>
<p>Key word: PLTAngin, MPPT, Inverter, Grid</p>
<p>I.	PENDAHULUAN</p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Pada saat ini, sistem pembangkit listrik tenaga angin mendapat perhatian yang cukup besar sebagai sumber energi alernatif yang bersih, aman, serta ramah lingkungan. Turbin angin skala kecil mempunyai peranan penting terutama bagi daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik [1].</span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (<em>World Wind Energi Association</em>), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93,85 GW dan menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010, total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara global mencapai 170 GW [2].</span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:10pt;"><span style="font-size:10pt;">Turbin angin termasuk salah satu alat alternatif bagi pengembangan pembangkitan tenaga listrik yang terdistribusi. Pembangunan pembangkit tenaga listrik skala kecil dan terdistribusi dapat menyokong sistem kelistrikan nasional untuk menambah daya pembangkitan dan mengatasi masalah pertumbuhan beban yang kian bertambah. Oleh karena itu, sistem turbin angin perlu dikaji dan dikembangkan</span></p>
<p><a href="http://nugrohoadi.files.wordpress.com/2008/05/grafik-prediksi.jpg"><img class="alignleft" src="http://nugrohoadi.files.wordpress.com/2008/05/grafik-prediksi.jpg?w=447&#038;h=284" alt="" width="447" height="284" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Energi angin mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan menjadi energi listrik di Indonesia. Indonesia, termasuk negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km [3]. Hal ini berpotensi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kendala pemanfaatan tenaga angin di Indonesia adalah kecepatan angin yang berubah-ubah dan relatif kecil sehingga sulit untuk menghasilkan daya keluaran maksimum dan optimal. Salah satu teknologi yang dapat mengatasi permasalahan ini adalah penggunaan sistem turbin angin <em>direct-drive</em> <em>permanent magnet generator</em> yang dapat menghasilkan listrik secara optimal pada rentang kecepatan angin rendah dan berubah-ubah. Sistem turbin angin ini walaupun dapat menyelesaikan masalah ketersediaan angin, namun ditinjau dari segi biaya masih cukup mahal untuk direalisasikan dalam skala besar. Sebaliknya, bila menggunakan teknologi <em>fixed-speed induction generator</em>, walaupun biaya yang diperlukan paling murah diantara sistem turbin angin lainnya, namun harus terkoneksi pada <em>grid</em> agar dapat menghasilkan produksi daya yang optimal pada kecepatan angin yang berubah-ubah. Oleh karena itu, perlu adanya kajian dan pengembangan sistem turbin angin sehingga dapat bekerja pada kecepatan rendah dan berubah-ubah namun dapat manghasilkan daya keluaran maksimum dan dapat dihubungkan pada<em> grid</em>. (bersambung)</p>
<br />Posted in IPTEK  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=104&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/12/11/optimasi-pembangkitan-daya-untuk-inverter-pada-sistem-turbin-angin-skala-kecil-yang-terhubung-dengan-grid-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nugrohoadi.files.wordpress.com/2008/05/grafik-prediksi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Kartono-kan Kartini!</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/20/jangan-kartono-kan-kartini/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/20/jangan-kartono-kan-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 09:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Telah banyak acara diskusi, seminar, dan kajian imiah yang membahas tentang wanita. Mulai dari topik wanita pada zaman Hawa hingga zaman Mega. Mulai dari masalah cinta hingga masalah negara. Wanita sampai saat ini telah menjadi unsur penting dalam kancar permasalahan global. Mari kita kembali membuka lembaran kertas yang berisikan tinta sejarah lama. Dahulu, wanita dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=99&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Telah banyak acara diskusi, seminar, dan kajian imiah yang membahas tentang wanita. Mulai dari topik wanita pada zaman Hawa hingga zaman Mega. Mulai dari masalah cinta hingga masalah negara. Wanita sampai saat ini telah menjadi unsur penting dalam kancar permasalahan global.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span>Mari kita kembali membuka lembaran kertas yang berisikan tinta sejarah lama. Dahulu, wanita dikenal dengan kelemah-lembutan, keibuan, dan pemalu. Kekolotan dan keluguan menjadi ikon utamanya. Wanita <span> </span>dianggap terbiasa terkungkung oleh adat yang mengekang sebuah kebebasan untuk berkiprah luas dalam kancah perjuangan global. Ketika itu wanita menjadi insan pingitan yang menyebabkan wanita terbelakang dalam pemikiran. Mereka terperosok ke dalam ‘penjara’ para kaum lelaki yang penuh keangkuhan dan keserakahan. Begitulah kurang lebih gambaran wanita zaman lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Namun lihatlah bagaimana kondisi para wanita saat ini. Dalam berkarir, wanita sudah diakui sejajar dengan kaum pria, banyak wanita menjabat sebagai polisi, tentara, kepala perusahaan bahkan di jabatan kepala negara pun pernah dijabat oleh seorang wanita. Apalagi dengan artis-artis, model, dan <em>public figure</em> lainnya, banyak kiprah kaum hawa disana. Tapi, apakah semua itu mencerminkan wanita saat ini lebih maju dari dahulu? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Mungkin, masyarakat tidak asing lagi dengan goyang ngebor atau patah-patah yang ditampilkan media elektronik. Maaf, lebih lagi foto-foto yang terkesan menggambarkan <em>ke-pede-an</em> wanita<span id="more-99"></span> padahal penuh dengan kerendahan, telah banyak tersebar di media. Ironisnya, tidak sedikit para wanita bahkan tokoh sekalipun mendukung fenomena ini.<span> </span>Mereka berdalih akan persamaan derajat, hak, dan kewajiban bahkan upaya penghapusan kodrat <em>gender</em> hingga mengusung dogma kebebasan. Tahukah anda bahwa ada sebuah kata yang umumnya dipandang sebagai kunci bagi pembuka masalah ini. Itulah emansipasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Perjuangan ibu tercinta, RA kartini, telah menjadikan kata emasipasi naik daun dan menggema di seantero tanah air kita. Beliau dipandang sebagai penggagas pahlawan kebangkitan wanita indonesia yang mengusungkan persamaan hak dan derajat antara wanita dan laki-laki. Tapi, benarkah demikian? Apakah kemajuan yang telah diraih oleh para wanita itu mutlak hasil dari emansipasi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Wanita kini telah maju tapi tidak sepenuhnya demikian. Secara penampilan maju, tetapi secara etika pemikiran mengalami sebuah penurunan. Apabila kita pelajari perjalanan Kartini, dalam kumpulan suratnya : <em>Door Duisternis Tot Licht</em>, yang diartikan Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Armijn Pane, dapat dijadikan salah satu tumpuan dalam mencermati sebuah pertarungan ideologi yang terjadi saat ini. Setiap manusia memiliki derajat yang sama dan berhak mendapat perlakuan sama, layaknya semboyan Revolusi Perancis: Liberty (kemerdekaan), Egalite (persamaan) dan Fraternite (persaudaraan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Namun perhatikanlah sejarah beliau sampai tuntas. Saat itu, Kartini melihat berbagai permasalahan kaum wanita jawa yang terbelakang. Keningratan memang telah melekat pada budaya jawa, ditambah lagi kehadiran penjajah Belanda yang membuat para wanita semakin terpuruk. </span><span>Wanita dianggap budak<span> </span>dan ’penguasa rumah’ yang tak bebas berkarir di dunia luar. Saat itu pula, para penjajah menjadikan agama hanya sebagai bahan hafalan tanpa disertai dengan pengkajian akan makna dan hikmah yang terkandung didalamnya. <span> </span>Padahal dari ajaran agamalah (islam), pentingnya akan pendidikan dan hakikat ilmu terungkap untuk semua manusia baik laki-laki maupun perempuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Berbagai ketimpangan sosial yang terjadi, membuat hati nurani beliau tergerak mengadakan perubahan untuk sesama kaumnya. Beliau ingin menjadikan kaum wanita maju dan berpendidikan tidak kalah dengan wanita eropa. Tetapi tidak mutlak mempunyai karakter yang sama dengan bangsa eropa. Etika dan budaya ketimuran tetap beliau junjung. Hal tersebut diperkuat dengan surat Kartini yang ditujukan kepada Ny. Abendanon 27 Oktober, 1902, yang berbunyi : “…. Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna ?. Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradapan ?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Begitulah perjuangan ibu kita tercinta dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Etika dan budaya indonesia, pentingnya akan pendidikan, dan ajaran agama yang mulia akan aturan kodrati wanita tetap beliau pegang. Kartini telah menjadi representasi dari wanita memiliki keberanian untuk mendobrak adat yang pada dasarnya bertentangan dengan HAM dan agama. </span><span>Sebuah pemikiran maju yang diungkapkan oleh wanita produk jaman dulu. Bagaimana dengan pemikiran wanita sekarang yang mengaku berperadaban maju dalam memaknai sebuah persamaan hak, gender, dan dan kebebasan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Emansipasi akan kebebasan dan persamaan derajat dan hak kaum wanita atas kaum laki-laki tidak belaku mutlak. Karena secara biologis dan psikologis, wanita tetaplah makhluk yang lembut, mempunyai fitrah untuk melahirkan dan membina putra-putrinya, serta membantu suami. Apabila hak kaum wanita disamakan dengan pria, malah akan merugikan pihak wanita. Sebaliknya, hak kaum pria, secara kodrati, juga mustahil disamakan dengan wanita, akibat fakta akan kewajiban masing-masing dengan latar belakang biologis kodrati yang tidak sama. Secara kodrati, meski dipaksakan dengan cara apa pun, kaum pria tidak mungkin melakukan perilaku kodrati wanita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Makna emansipasi wanita yang benar adalah perjuangan kaum wanita demi memperoleh hak memilih dan menentukan nasib sendiri. Sampai kini, mayoritas wanita Indonesia, terutama di daerah pedesaan dan sektor informal belum sadar atas hal itu, akibat normatif terbelenggu persepsi etika, moral, dan hukum genderisme lingkungan sosio-kultural serba keliru. Belenggu budaya anakronistis itulah yang harus didobrak gerakan perjuangan emansipasi wanita demi memperoleh hak asasi untuk memilih dan menentukan nasib sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span>Untuk itu, hendaknya wanita juga berorientasi dan berpikir jauh ke masa depan, sehingga generasi-generasi yang terlahir dari rahimnya menjadi manusia unggulan yang mampu membentuk sebuah peradapan baru yang berkualitas. Untuk memiliki pemikiran yang berperadaban tinggi dibutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang sebagaimana proses yang telah dialami oleh wanita pejuang kita, para wanita : ”Tetaplah semangat untuk berjuang meraih kemuliaan hidupmu!”</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=99&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/20/jangan-kartono-kan-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Kemandirian Masyarakat Pedesaan dan Bangsa Melalui PLTMH</title>
		<link>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/15/membangun-kemandirian-masyarakat-pedesaan-dan-bangsa-melalui-pltmh/</link>
		<comments>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/15/membangun-kemandirian-masyarakat-pedesaan-dan-bangsa-melalui-pltmh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 16:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>epsdin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://epsdin.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Sebutlah ITB atau ITS, perguruan tinggi negeri bernuansa teknologi ini telah lama dikenal sebagai kampus pavorit di Indonesia. Mayoritas masyarakat pun menginginkan putra-putrinya menuntut ilmu di institut teknologi ini. Mereka berharap semoga putra-putrinya kelak menjadi “orang” yang berhasil dan sukses bahkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Tapi, apakah institut teknologi ternama tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=98&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> Sebutlah ITB atau ITS, perguruan tinggi negeri bernuansa teknologi ini telah lama dikenal sebagai kampus pavorit di Indonesia. </span><span>Mayoritas masyarakat pun menginginkan putra-putrinya menuntut ilmu di institut teknologi ini. Mereka berharap semoga putra-putrinya kelak menjadi “orang” yang berhasil dan sukses bahkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara tercinta. Tapi, apakah institut teknologi ternama tersebut telah banyak menghasilkan produk teknologi konkrit yang memenuhi kebutuhan masyarakat? Bagaimana dengan kondisi masyarakat pedesaan yang jauh dari nuansa teknologi, apakah telah tersentuh oleh mahasiswa?</span></p>
<p style="text-align:left;"><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Konsep penerapan teknologi “merakyat” memang kurang menggema di seantero kampus ini. Berbagai kegiatan insidental yang diadakan para mahasiswa secara umum belum sampai pada tataran aplikasi teknologi tepat guna yang saat ini menjadi kebutuhan masyarakat. Padahal, <span id="more-98"></span>kebutuhan masyarakat terhadap teknologi dan program pengembangan kemandirian demi membangun daerahnya semakin diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Salah satu bentuk program pengembangan kemandirian masyarakat melalui aplikasi teknologi yang dapat dilakukan mahasiswa &#8211; khusus mahasiswa teknik elektro- adalah pembangunan PLTMH (pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro). PLTMH adalah salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) <em>low head </em>dengan kapasitas kurang dari 500 Kilo Watt (KW). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>PLTMH mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Potensi total PLTMH di Indonesia tahun 2002 adalah sebesar 500 Mega Watt (MW), yang sudah dimanfaatkan baru 21 MW. Potensi tersebut masih akan meningkat sejalan dengan intensitas studi potensi yang dilakukan untuk menemukan lokasi-lokasi baru. Jika potensi PLTMH dapat dikembangkan maka paling tidak 12.000 MWh (Mega Watt hour) atau sebesar 14 % dari kebutuhan energi total Indonesia tahun 2005 dapat disumbang dari PLTMH<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Jika studi potensi PLTMH dapat diintensifkan, maka prosentase sumbangan PLTMH terhadap kebutuhan energi nasional akan meningkat juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Berdasarkan data di atas, PLTMH diharapkan mampu membantu pengentasan krisis energi listrik yang terjadi saat ini. Data statistik menampilkan bahwa<span> </span>rasio elektrifikasi di Indonesia saat ini baru mencapai angka 58%. Berarti dari jumlah penduduk 250 juta jiwa, masih ada sekitar 145 juta penduduk yang tidak mendapat pelayanan energi listrik, terlebih lagi bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan. <span> </span></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sistem pembangkit listrik tersentralisasi (terpusat dan berskala besar) yang selama ini dijalankan oleh PLN ternyata belum optimal dalam hal transmisi dan distribusi listrik. Susut daya listrik yang terjadi masih besar. Akibatnya <em>supply</em> energi listrik tidak dapat menjangkau daerah terpencil di beberapa wilayah di tanah air tercinta. Hal tersebut diperkuat oleh letak dan faktor geologis pedesaan yang buruk dan sulit dicapai oleh jaringan listrik yang pembangkitnya berada jauh dari pedesaan. Hal ini semakin menguatkan prospek pengembangan PLTMH, dimana pembangunan pembangkit dapat dilakukan pada daerah terpencil asalkan mengandung sumber air penggerak turbin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Setiap daerah mempunyai karakteristik SES (Sumber Energi Setempat) yang berbeda, ada yang memiliki potensi sumber air, angin, bahkan potensi surya. </span><span>Perlu diketahui bahwa air merupakan sumber energi listrik yang sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan penelitian, besar potensi energi air di Indonesia yang dikembangkan melalui PLTA adalah 74.976 MW, sebanyak 70.776 MW ada di luar Jawa, yang sudah termanfaatkan adalah sebesar 3.105,76 MW sebagian besar berada di Pulau Jawa<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Dengan demikian PLTMH juga sangat cocok dengan kondisi geografis daerah Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pengembangan PLTMH ternyata dapat membantu program pemberdayaan masyarakat desa. Program ini dilakukan dengan mengadakan pembinaan terhadap warga pedesaan tentang kelistrikan hingga mereka mampu menguasai aplikasi praktis dari PLTMH. Jika mereka mampu menguasi PLTMH maka dalam perjalananannya akan meningkat pada tahapan penguasaan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (kapasitas 500-1000 KW) dan akhirnya mampu bermain di level <em>High Head</em> (kapasitas lebih dari 1 MW) secara mandiri. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Selain kelistrikan, di sana kita dapat melakukan Pelatihan Manajemen dan Administrasi untuk pengurus Unit Pengelola Pembangkit (UPP). Dalam program ini, kita dapat membina warga tentang bagaimana mengurus administrasi termasuk mekanisme pendanaan, bagaimana manajerial kepengurusan, hingga sampai pada tahap pengembangan potensi ekonomi daerah. </span><span>Bila hal ini terus berlangsung maka akan terbentuk semacam Badan Listrik Daerah (BLD). Tugas BLD adalah mengusahakan terpenuhinya kebutuhan listrik daerah yang bersangkutan. Dengan demikian pola pengembangan penyediaan energi untuk pembangunan tidak hanya secara terpusat melalui PLN saja. Secara tidak langsung hal ini akan membantu PLN dalam menyediakan <em>supply</em> energi listrik nasional sekaligus mengurangi kerugian finansial yang dideritai PLN hingga saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Melaui pembangunan PLTMH, desa diharapkan berpeluang untuk memperoleh pendapatan asli daerah. Ketika jaringan PLN belum masuk ke desa, pembangunan listrik dilakukan dengan sistem swadaya masyarakat yaitu masyarakat mengelola sendiri pembangkit listrik, mulai dari pemeliharaan alat hingga sistem penagihannya. </span><span>Hal ini berpeluang menjadi salah satu upaya membangun kemandirian desa hingga mengarah pada pusat pertumbuhan di desa. Di sana, warga yang “tak mampu” di arahkan untuk mendapat pemasangan listrik gratis, sebagian uang digunakan untuk keperluan kesehatan, membiayai sekolah anak yang tak mampu hingga modal kerja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Bermula dari pembangunan PLTMH juga inilah diharapkan dapat ditemukan potensi-potensi daerah baru yang belum teroptimalkan oleh pemerintah, seperti potensi sumber daya alam tumbuhan, hewan, batu alam, hingga cadangan bahan bakar baru<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Jika hal ini terjadi maka pengembangan potensi daerah pun akan terjadi hingga kemajuan ekonomi masyarakat tercipta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Selebihnya, jika sumberdaya manusia yang menguasai PLTMH dapat tersebar luas di berbagai daerah dalam kualitas kompetensi dan kuantitas yang cukup dan mereka diakomodasi serta didukung kreativitasnya untuk membangun sumber-sumber energi di masing-masing daerah, maka harapan terjadinya suatu Revolusi Energi Indonesia akan menjadi kenyataan dan krisis energi dapat teratasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Bayangkan juga jika program ini didukung oleh semua himpunan mahasiswa facultas teknik dari PTN terkemuka (misalnya ITB, UGM, ITS, dll) <span> </span>yang erat kaitannya dengan teknologi (sipil, geologi, farmasi, informatika, dll), sebuah kemajuan teknologi pasti akan bermunculan di berbagai daerah. </span><span>Secara tidak langsung, program ini mempunyai andil besar dalam membangun masyarakat bahkan bangsa dan negara. Dari masyarakat yang mandirilah akan tercipta bangsa dan negara yang mandiri, karena kemajuan suatu negara adalah akumulasi dari kemandirian masyarakatnya untuk hidup maju.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span></span><strong><span>Kesimpulan dan Saran </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span><span> </span></span></strong><span>PLTMH mempunyai prospek yang besar untuk mengatasi krisis energi listrik melalui pembangunan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. PLTMH juga memiliki banyak manfaat dalam hal kemudahan distribusi listrik, pengelolaannya, dan dukungan terhadap pengembangan kemampuan ekonomi daerah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pembangunan PLTMH perlu mendapat dukungan dari segi biaya produksi, pengadaan alat, sosialisasi, dan peraturan perundangan yang mengatur penerapan teknologi ini. Tentunya hal ini dapat terlaksana jika semua pihak yang terkait (pemerintah, pengusaha, dan akademisi) bekerja sama dan bersungguh-sungguh dalam merealisasikannya. (epsdin)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> <a href="http://elkace.wordpress.com/">http://elkace.wordpress.com</a> </span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> <a href="http://www.pplh.or.id/"><span>http://www.pplh.or.id</span></a></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span> Hal ini di alami oleh tim <em>community development</em> PALAPA HME ITB ketika mengeksplor potensi daerah Desa Jayamukti, Garut. Disana terdapat batu sirap (batu hias alam) dan pasir yang belum teroptimalkan potensinya oleh pemerintah setempat.</span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/epsdin.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/epsdin.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/epsdin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/epsdin.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=epsdin.wordpress.com&amp;blog=1106882&amp;post=98&amp;subd=epsdin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://epsdin.wordpress.com/2008/04/15/membangun-kemandirian-masyarakat-pedesaan-dan-bangsa-melalui-pltmh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a03b3469a1d9187587d51bf996743248?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">epsdin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
