Maknai Hari Pahlawan dengan Pergerakan Nyata

Merdeka ….. merdeka …… itulah kata favorit ketika dahulu bangsa ini tertindas diliputi belenggu penjajahan. Penjajahan yang menekankan pada pemboikotan materi dan tenaga manusia. Kala itu, imperialisme dan kolonialisme merebak di penjuru bumi pertiwi. Tak sedikit korban jiwa berjatuhan. Tak sedikit tetesan keringat dan darah keluar dari tubuh pejuang bangsa ini. Tanpa pamrih, tanpa puji dan balas budi mereka berjuang tuk menggapai satu kata …. MERDEKA !! Hidup terhina atau mati mulia. Mungkin prinsip itulah yang melekat dalam dada mereka. Kata yang membuat bara api perjuangan menggelora dalam relung jiwa raga mereka.

Dulu pahlawan bangsa ini, berjuang keras memberantas penyiksaan fisik yang dilakukan kaum penjajah, sang pemeras darah tak berdosa. Bangsa kita dengan mudahnya tertipu oleh propaganda mereka. Harta, tahta, dan mahkota mereka tawarkan pada masyarakat pribumi demi kepentingan sepihak. Sumber daya alam terkurap, sumber daya manusia kita tertindas. Bumi pertiwi menangis.

Sampai detik ini, kondisi tersebut masih belum lenyap dalam jiwa ibu pertiwi ini. Penjajahan masih menaungi kehidupan bangsa. Penjajahan sekarang tidaklah seperti dulu. Penjajahan sekarang adalah penjajahan modern yang memeras sumber daya materi dan immateri. Bukan hanya fisik, tetapi juga hati dan pemikiran rakyat terbelenggu dalam kegelapan. Kemakanah para pahlawan bangsa !?? Kemanakan jiwa-jiwa penerus pejuang yang mengemban amanah negeri ini !?? Sampai kapankah kita berdiam diri dalam tempurung penjajahan ini !??

Sudah saatnya kita bergerak, berjuang, dan menegakkan badan tuk menghadang gerak-gerik penjajah bangsa. Pahlawanku kum fa andzir !! Ibu pertiwi ini merindukan sosok pahlawan yang bisa membawa perubahan pada peradaban baru. Peradaban yang merdeka dari campur tangan kotor pihak asing. Peradaban yang membentuk masyarakat madani.

Pahlawan harapan bangsa saat ini tak hanya harus kuat “tangan”nya tetapi juga hati dan pikirannya. Sekarang adalah zaman globalisasi. Zaman dimana dunia terasa semakin sempit, jarak semakin dekat, dan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi marak di penjuru bumi ini. Sudah seharusnya jiwa-jiwa pengemban warisan para pahlawan terdahulu yaitu kemerdekaan, membekali dirinya dengan ilmu dan iman tuk mengahadapi penjajahan era globalisasi yang multidimensional.

Sadarlah wahai sang pengisi kemerdekaan, sang pengemban amanah rakyat !! Para pahlawan yang syahid dahulu menunggu kontribusimu. Kontribusi yang nyata dan real untuk kemajuan bangsa ini. Mereka tak memerlukan pujian hampa dengan perayaan hari pahlawan yang rutin dituliskan dalam agenda kenegaraan. Tapi, mereka hanya perlu sebuah dobrakan peradaban yang mampu membentengi bangsa ini dari penjajahan multidimensi.

10 November adalah hari dimana jasa pahlawan dikenang oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tapi, apakah masyarakat memaknai esensi hari tersebut? Ketika bangsa kita sedang menghadapi angka pengangguran paling sedikitnya 38 juta (Tempo Interaktif 1 Nov), dan utang luar negeri dan dalam negeri begitu besar, cukupkah kita hanya mengadakan peringatan Hari Pahlawan 10 November? Ketika hiruk-pikuk tentang terorisme sedang melanda seluruh negeri, apa pula gunanya memperingati Hari Pahlawan? Apakah peringatan Hari Pahlawan masih ada artinya, ketika persatuan dan kesatuan bangsa kita sedang dikoyak-koyak oleh berbagai sentimen negatif kesukuan dan dikotori pertentangan agama? Sekarang yang kita perlukan adalah sebuah pergerakan yang mempu menghapus penjajahan ini. Pergerakan yang mampu merubah kondisi bangsa menuju bangsa madani.

Generasi Muda Kum fa andzir !!!

Peranan generasi muda sangatlah urgen dalam pergerakan ini. Karena merekalah sang pewaris tahta kepahlawanan yang potensial dalam mengisi kemerdekaan. Mengingat situasi yang begini buruk dewasa ini seperti maraknya kisi kekerasan, hubungan internasional yang memburuk, investasi yang menurun, utang yang makin menggunung, pengangguran yang makin membengkak, pelecehan terus-menerus terhadap hukum dan HAM, korupsi yang tetap merajalela, adalah kewajiban moral angkatan muda dari berbagai golongan, keturunan, suku, agama, dan aliran politik untuk menjadikan jiwa Hari Pahlawan.sebagai senjata guna berjuang melawan pembusukan besar-besaran ini.

Hari Pahlawan harus sama-sama kita kembalikan kepada peran (dan pesannya) yang semestinya. Ini adalah tugas utama bangsa kita, termasuk dari kalangan pendidikan dan sejarawan. Merekalah yang dapat membuat nama pahlawan harum dimata dunia. Pendidikan sejarah kepahlawanan hendaklah dapat memotivasi generasi muda untuk bergerak seperti para pahlawan, ikhlas tanpa pamrih, demi kemajuan bangsa ini dan dapat mengambil hikmah dari semua perjuangan pahlawan terdahulu. Jangan hanya mengacu pada aspek normatif akademik seperti hafalan nama dan peristiwa gugurnya para pahlawan. Angkatan muda harus dididik untuk menghayati benar-benar semangat pengabdian kepada rakyat dan pengorbanan diri demi kepentingan nusa dan bangsa.

Dengan tekad bersama untuk menjunjung tinggi-tinggi semangat revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat, marilah kita maknai Hari Pahlawan dengan bergerak dalam naungan barisan pendobrak menuju peradaban gemilang yang bebas dari penajahan. (Aep Saepudin)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: