Ramadhan, Bulan Perubahan Diri dan Masyarakat

Segala puji hanya bagi-Mu ya … Allah, Rabb yang menggenggam diri ini, Rabb yang mengatur jagat raya ini, Rabb yang senantisa memberikan nikmat dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada uswah kita, Muhammad saw, para sahabat, keluarga, serta umat yang senantiasa setia berjuang di jalannya.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Marhaban ya … Ramadhan. Ahlan wasahlan ya …. syahrul shiam, syahrul maghfirah, syahrul jihad ….. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan penerang bulan sebelumnya. Bulan pemberi kesejukan jiwa, hati, dan fikiran. Bulan yang mempunyai banyak nama yang indah. Nama yang mencerminkan perubahan karakter menuju diri dan masyarakat madani.

 

Ramadhan adalah bulan peningkatan ibadah

Lihatlah kondisi mesjid sebelum, ketika, dan setelah ramadhan. Sebelum ramadhan mayoritas mesjid jarang dikunjungi oleh jamaah. Lantunan ayat-ayat illahi pun jarang dikumandangkan. Tapi, Sungguh luar biasa, ketika bulan ramadhan shaf shalat berjamaah bertambah, kegiatan pengajian meningkat, lantunan ayat-ayat suci al qur’an dan shalawat nabi menggema di udara , pengajian dan pengkajian ilmu keislaman hampir sudah menjadi rutinitas. Setelah ramadhan berlalu, kondisi mesjid kembali seperti semula.

Gambaran di atas membuktikan begitu besarnya peran ramadhan dalam meningkatkan kualitas ibadah kita. Pada bulan ini, Allah swt melipatgandakan pahala bagi orang yang beribadah dengan ikhlas kepada-Nya. Nilai shalat sunnah sama dengan shalat fardhu. Pahala sedekah dilipatgandakan menjadi ratusan kali lipat. Pengampunan dosa dan noda di kumandangkan. Hal inilah yang membuat meningkatnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan ramadhan.

  • Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda: “Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. “Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau, ‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.’ ” (HR. Ahmad)'”
  • “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
  • “Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan.” (HR. Muslim).

Ramadhan adalah bulan kejayaan islam

Pada bulan inilah umat islam dahulu bangkit menuju kejayaan diri dan nurani. Umat muslim bergerak meningkatkan kualitas jiwa, ibadah, dan muamalah menuju peradaban qur’ani yang menggema di sentero jagat raya. Tinta emas dan goresan pena sejarah terukir pada bulan ini.

  • Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
  • Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
  • Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
  • Peristiwa proklamasi kemerdekaan RI terjadi pada 17 Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan penegak syiar islam

Aktivitas dan budaya masyarakat Indonesia pada bulan ramadhan lebih agak islami dibandingkan pada bula lainnya. Corak kehidupan islami menggema di berbagai media. Tayangan film yang penuh kehedonisan mulai berkurang beralih ke acara islami. Kajian tafsir, tablig akbar, ceramah dari para ustadz berkumandang mengisi siaran TV dan radio. Para artis mulai belajar menutupi auratnya. Lagu-lagu islam berkumandang dan naik daun. Nuansa kehidupan mulai dari rumah, perusahaan sampai ke pemerintahan terbumbui dengan indahnya ramadhan. Pusat kegiatan maksiat seperti club malam, diskotik, arena perjudian, dan pelampiasan hawa nafsu di gerebeg dan ditutup – semoga berjalan hingga seterusnya – demi menghormati orang yang berpuasa.

Sungguh indahnya engkau wahai …. syahrul nikmah. Ramadhan telah membuktikan keindahan islam yang penuh dengan kedamaian, toleransi saling menasihati, empati dan simpati, dan menjaga amalan hati. Itulah islam. Agama yang paling sempurna. Seimbang antara misi kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat. Pada bulan ini telah jelas tampak bahwa islam bukanlah agama kekerasan tapi agama yang penuh kehalusan dan ketegasan, islam bukanlah agama yang jauh dari keduniaan tapi agama yang mengontrol keduniaan, islam bukanlah agama yang kuratif tetapi preventif dalam menghadapi suatu masalah.

Ramadhan adalah bulan pemersatu umat

Ibadah puasa di bulan ramadhan ternyata membawa efek pada proses pemersatuan umat ini. Rasa individual berkurang, sikap egois mengikis, dan kasih sayang antar sesama merona dalan nuansa kehidupan masyarakat. Dengan puasa kita akan merasakan bagaiamana lapar dan haus yang dialami oleh orang yang kelaparan, bagaimana sedihnya hati para masakin yang tak mampu membeli sesuap nasi. Hal ini akan menimbulkan jiwa empati dan simpati dari yang kaya kepada yang miskin, yang kuat kepada yang lemah, dan yang atas kepada yang bawah. Hal ini sungguh potensial untuk membawa masyarakat pada persatuan.

Di bulan ini pula kesadaran akan kebersamaan meningkat. Kegiatan kebersamaan dan penuh ukhuwah menjadi trend, seperti buka bareng dan ngabuburit. Silaturahmi antar elemen masyarakat maupun pemerintah kerap terjadi. Budaya saling kirim hadiah dan ucapan selamat berpuasa menjadi perekat dan pengikat tali ukhuwah islamiyah di masyarakat.

Nama-nama ramadhan diatas merupakan gambaran kecil dari peran ramadhan sebagai sarana pembawa perubahan menuju perbaikan diri (kualitas ibadahnya baik), dan masyarakat (bersatu, menyiarkan islam, dan dapat menorehkan tinta kejayaan dalam sejarah).

Sebagai sarana perubahan ini, terutama perubahan diri, ramadhan ibarat kepompong yang merubah seekor ulat bulu yang menjijikan menjadi seekor kupu-kupu indah nan terbang menawan.. Perubahan ke arah lebih baik tak akan terjadi jika tak melewati masa kepompong ini. Pada masa inilah, kita di uji dengan berbagai cobaan hingga mencapai derajat terpuji. (Aep Saepudin)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: