Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Bangsa

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta), dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”.

(Q.S. Al-Kahfi : 13)

 

Wahai Mahasiswa bangkitlah !!!

“Berikanlah aku lima pemuda, niscaya aku akan merubah dunia.” Perkataan tersebut terucap dari lisan presiden pertama kita, Soekarno. Ketika muda, Soekarno amat peduli dengan permasalahan bangsa. Beliau berusaha mencari jalan keluar guna menentang penjajahan asing yang menyengsarakan rakyat. Semangat dan keberaniannya dalam perjuangan menuju kebangkitan bangsa perlu kita tiru. Pidato berjudul “Indonesia Menggugat” adalah sebagian kecil karya beliau yang berpengaruh dalam kebangkitan bangsa ini. Soekarno berhasil meraih cita-cita kemerdekaan Indonesia karena memegang teguh idealisme, integritas dan konsistensi perjuangan yang tidak pernah gentar terhadap kekejaman dari kekuasaan penjajah yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Jadi, pola pikir dan sikap mental founding fathers sangat perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini terutama mahasiswa demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat..

Kemanakah Soekarno-Soekarno zaman sekarang? Tatkala bangsa ini dilanda kesedihan. Ketika uluran tangan-tangan rakyat kecil menanti bantuan hidup hanya demi sesuap nasi dan ratapan kemiskinan menyelimuti ibu pertiwi. Ketika tangisan anak jalananan dan orang-orang kelaparan mengiang-ngiang di pinggiran kota. Sudahkah kita merasakannya? Bangunlah mahasiswa. Singkapkan selimut kemalasanmu. Tegapkan badanmu. Bulatkan tekadmu. Satukan perjuanganmu untuk mempercepat kebangkitan masyarakat ini. Untuk menghapus kemiskinan dan kebodohan yang melanda negeri ini.

Ketidakadilan yang kini kian menjepit rakyat miskin patut menjadi fokus perhatian mahasiswa. Gelombang unjuk rasa untuk melawan ketidakadilan merupakan refleksi semangat idealisme mahasiswa, sekaligus sebagai kepedulian terhadap kepincangan penegakan hukum. Kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis sekaligus sebagai bekal bila kelak menerima estafet kepemimpinan.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat

Secara umum, mahasiswa mempunyai tiga peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Peran yang diemban mahasiswa tersebut adalah

1. Peran sosial

Mahasiswa berperan dalam melindungi kepentingan sosial masyarakat. Sudah selayaknya mahasiswa sebagai duta rakyat menunaikan amanah ini. Karena berkat masyarakatlah, mahasiswa dapat mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Biaya kuliah yang seharusnya berjuta-juta, menjadi lebih kecil dan ringan berkat kontribusi masyarakat dalam mensubsidi biaya pendidikan.

Relitas sosial yang terjadi di masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan. Angka kemiskinan, kauntitas pelajar yang putus sekolah, dan tingkat kriminalitas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Mahasiswa sebagai insan terpelajar sudah seharusnya peka terhadap realitas sosial ini yang secara nyata dan kasat mata terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Adalah ironis jika seorang mahasiswa tidur dengan perut kenyang dan berselimut hangat, sementara rakyat kecil di sekitar tempat mereka tinggal dan berinteraksi merintih kelaparan dan kegelisahan akibat beratnya beban hidup. Jangan berkata “aku adalah seorang mahasiswa” bila belum menjalankan peran penting ini.

2. Peran politik

Politikus terkadang lebih kejam dari terkaman serigala. Terkaman serigala pada mangsanya hanya terjadi seketika, tetapi terkaman politikus busuk terhadap kepentingan rakyat terjadi sekian lama, secara simultan dan mendalam hingga berakibat pada kesengsaraan. Begitu dasyatnya kebobrokan yang terjadi di lingkungan pemerintahan karena ulah politikus ulung yang tak bertanggung jawab terhadap amanah yang diembannya. Korupsi, kolusi, nepotisme, dan serakah akan kursi basah (jabatan) yang terjadi di antara pejabat negara, makin memperburuk citra Indonesia sebagai bangsa yang beradab. Adalah kewajiban mahasiswa sebagai generasi penerus pemimpin bangsa untuk menghapuskan praktik kotor ini. Mahasiswa harus berperan aktif dalam meluruskan penyimpangan politik di pemerintahan karena hal ini akan berdampak pada terlemparnya kepentingan rakyat pada jurang ketidakadilan.

Kontribusi politik mahasiswa dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan perubahan nasib kehidupan masyarakat tak akan pernah berakhir. Tahun 1945 dan 1998 merupakan sebagian kecil dari rentetan periode perjuangan politik mahasiswa yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah kebangkitan masyarakat dan bangsa.

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 tercetus akibat peran cerdas politik para pemuda. Mereka yang termasuk dalam golongan muda terpelajar (mahasiswa) mendesak golongan tua untuk segera memanfaatkan kekosongan kekuasaan (vacum of power). Ketika itu Jepang sang penjajah sedang dilanda kehancuran akibat serangan sekutu Amerika. Para pemuda dengan sigap, segera mendesak golongan tua untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan cara memproklamirkan kemerdekaan. Golongan tua tetap menolak keinginan para pemuda tersebut karena harus menunggu keputusan dari pihak Jepang. Hal ini berlanjut dengan kasus pengamanan Soekarno ke Rengasdengklok. Di sinilah para pemuda berdiskusi dan mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan sepakat dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

1998, masa reformasi. Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa berperan dalam merubah tatanan politik dan pemerintahan negara ini menuju arah perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi, Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran konkrit dari perjuangan politik mahasiswa dalam memperbaiki nasib rakyat dan bangsa ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Di pundak mereka lah terletak tanggung jawab yang berat dan mulia untuk melakukan perubahan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Pantaslah jikalau mahasiswa disebut sebagai pemuda harapan bangsa yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

3. Peran kultural

Peran kultural yang dimaksud meliputi kultur akademik dan moral. Kedua kultur inilah yang akan melengkapi kebesaran eksistensi mahasiswa sebagai duta masyarakat ketika menjalankan peran sosial dan politik.

Prestasi akademik seharusnya sudah menjadi kultur mahasiswa sebagai insan terpelajar. Fungsi sosial dan politik yang saat ini menjadi idealisme mahasiswa tak akan kokoh tanpa prestasi akademik. Karena kultur akademiklah yang akan menghilangkan kebodohan rakyat dan menjadi kunci pintu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan prestasi akademiklah bangsa ini akan diakui oleh dunia sebagai bangsa yang besar dan tangguh. Dan dengan prestasi akademiklah perkembangan teknologi tercipta. Bercerminlah pada Iran. Bagaimana mahasiswa atau akademisi bersemangat untuk mengembangkan kegiatan riset teknologi. Sehinggga saat ini Iran berhasil mengembangkan teknologi nuklir sehingga dapat menggetarkan negara adidaya Amerika Serikat dan sekutunya.

Knowledge is power but character is more. Ilmu pengetahuan adalah utama, tetapi karakter (moral) lebih utama. Pengetahuan atau prestasi akademik tak akan bermakna tanpa moral atau akhlak yang mulia. Apalah gunanya pengetahuan yang luas jika pribadi kita sempit, egois, dan jauh dari etika moral yang mulia. Adalah kewajiban kita membuktikan karakteristik ilmu padi. Semakin tumbuh tinggi, semakin merunduk. Semakin tinggi pengetahuan semakin rendah hati dan menjadi teladan bagi masyarakat baik dalam segi pemikiran maupun tindakan. Pribadi yang jujur, disiplin, dermawan, dan egaliter adalah sebagian akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh duta masyarakat (mahasiswa). Jangan berbicara memperbaiki bangsa dan negara jikalau memperbaiki pribadi pun tidak mau.

Potensi mahasiswa sungguh besar. Namun, Potensi tinggallah potensi. Ibarat pedang yang sangat tajam; ketajamannya tidak menjadi penentu bermanfaat-tidaknya pedang tersebut. Orang yang menggenggam pedang itu-lah yang menentukannya. Pedang yang tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan dan mengibarkan kemaksiatan, jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika berada di tangan orang yang bertanggung jawab dan tidak bisa menjalankan peran kultural dalam kehidupan masyarakat, ketajaman pedang itu akan membawa manfaat. Demikian juga dengan potensi mahasiswa. Potensi yang begitu hebat itu bisa dipergunakan untuk menjunjung tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh kejahatan dan kedurjanaan. Itulah sebabnya, begitu banyak contoh mahasiswa yang berjasa menjadi pilar penentu kemajuan suatu peradaban, tetapi tidak sedikit di antara mereka yang mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi peradaban, dan menghancurkan kemuliaan suatu tatanan kehidupan.

Penutup

Mahasiswa adalah agent of change potensial

Secara fitrah, masa mahasiswa merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal dalam akselerasi kebangkitan masyarakat. Peran sosial rang tercermin dalam kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki mahasiswa. Pemikiran politik kritis mereka terhadap pemerintahan sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban berbasis kultur riset-teknologi dan moral terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib rakyat kelak, bergantung pada kondisi mahasiswa sekarang ini.

Demikianlah keadaan dan peranan mahasiswa. Kiprah mereka sangat didambakan dalam mengukir peradaban bangsa ini. Mereka merupakan tonggak kejayaan rakyat. Peranan mereka sangat didambakan oleh masyarakat sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik.

daun-daun berguguran

mengering, hancur dan terombang ambing dalam kefanaan kehidupan bangsa

cucuran keringat, darah, tetesan air mata rakyat

membasahi pakaian ibu pertiwi

tangisan anak kecil dan ratapan wajah muram

menunggu senyuman bahagia dan uluran tangan sang pembaharu

jiwa muda jiwa pembangkit

pembangkit kejayaan negeri

darah muda darah pengorbanan

pengorbanan lurus dan suci

jerih payah mahasiswa jerih payah bangsa

hai jiwa berkemul selimut

bangunlah dari tidur nyenyakmu

bersihkan badan dan pakaianmu

sigap, tanggap, dan peka dalam perjuanganmu

majulah wahai pejuang muda, pejuang harapan bangsa

dalam satu cita, satu tekad, dan satu perjuangan

perjuangan menjemput kebangkitan dan kejayaan negeri ini

Seorang mahasiswa harus mengerahkan potensinya untuk menyokong dan mempropagandakan nilai-nilai kebaikan. Mahasiswa tentunya akan berada di garis terdepan untuk membela, memperjuangkan, dan menyerukan nilai-nilai akhlakul karimah. Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik. Merdeka !!!

One Response

  1. alhamdulillah, artikelku ini berhasil menjadi artikel terbaik dalam lomba penulisan karya tulis kemahasiswaan HME ITB… SMANGAT!!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: