Membangan Persatuan Umat, Membina Cinta di Bulan nan Suci

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.

Marhaban ya … Ramadhan. Ahlan wasahlan ya …. syahrul shiam, syahrul maghfirah, syahrul jihad ….. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan penerang bulan sebelumnya. Bulan pemberi kesejukan jiwa, hati, dan fikiran. Bulan yang mempunyai banyak nama yang indah. Nama yang mencerminkan perubahan karakter menuju diri dan masyarakat madani. Umat islam ‘kan tetap merindukan kehadiranmu dan menaruh sedih akan perpisahan denganmu. Pada saat denganmu-lah, umat ini bersatu dalam ibadah yang pengharapan akan Ridho dan Cinta-Nya.

Membangun Persatuan Umat di Bulan Ramadhan

Saat ini umat islam sedang dilanda krisis mengikisnya persatuan dan kesatuan. Berbagai golongan dan pergerakan mulai bertebaran di seluruh pelosok negeri demi menjunjung tinggi ayat ilahi. Mereka menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran demi tegaknya kalimat tauhid. Aktivitas syiar keislaman pun melebar sampai masuk siaran televisi dan media cetak. Tapi apakah para pengemban dakwah tersebut, semuanya telah kompak dan penuh rasa kebersamaan dalam menjalankan risalah dakwah ini? Apakah para mujahid dakwah itu bersatu padu ibarat bangunan yang kokoh?

Inilah permasalah klasik yang belum terpecahkan sampai saat ini. Umat islam belum bisa bersatu membangun kebersamaan dalam mengemban risalah suci ini. Risalah yang bersih dan suci dari ambisi pribadi, dunia, dan tahta kekuasaan. Masih ada rasa egois, ashobiyah, dan kurang atensi pada perjuangan golongan lain dalam melaksanakan tugas suci ini. Terkadang, sikap merasa diri paling jago, benar, dan hebat menyelimuti para aktivis dakwah kelompok tertentu, seakan-akan dakwah adalah hanya sarana perekrutan jumlah pengikut golongan bukan penciptaan insan yang taat pada-Nya.

Islam adalah agama universal, milik semua umat, dan teruntuk semua makhluk-Nya. Islam bukanlah hanya untuk golongan tertentu atau partai tertentu, tapi untuk semua golongan dari tingkat atas sampai bahwah. Semua lapisan masyarakat berhak memeluk islam tanpa ada kasta dan paksaan. Dalam pandangan islam, semua manusia sama di hadapan-Nya. Yang membedakan adalah ketakwaannya.

Berkacalah pada Eropa, bagaimana mereka bisa membangun titik temu kebersamaan sehingga tercetusnya satu visi bersama bernama Uni Eropa. Dengan kompaknya mereka membuat mata uang bersama, Euro. Apakah mayoritas dari mereka adalah muslim yang mengerti akan hakikat ukhuwah? Tidak! Mereka mayoritas Nashrani.

Ibadah puasa di bulan ramadhan ternyata membawa efek positif pada proses pemersatuan umat ini. Rasa individual berkurang, sikap egois mengikis, dan kasih sayang antar sesama merona dalan nuansa kehidupan masyarakat. Dengan puasalah kita akan merasakan bagaamana lapar dan haus yang dialami oleh orang yang kelaparan, bagaimana sedihnya hati para masakin yang tak mampu membeli sesuap nasi. Hal ini akan menimbulkan jiwa empati dan simpati dari yang kaya kepada yang miskin, yang kuat kepada yang lemah, dan yang atas kepada yang bawah. Hal ini sungguh potensial untuk membawa masyarakat pada persatuan.

Di bulan ini pula kesadaran akan kebersamaan meningkat. Kegiatan kebersamaan dan penuh ukhuwah menjadi trend, seperti buka bareng dan ngabuburit. Silaturahmi antar elemen masyarakat maupun pemerintah kerap terjadi. Budaya saling kirim hadiah dan ucapan selamat berpuasa menjadi perekat dan pengikat tali ukhuwah islamiyah di masyarakat.

Ramadhan telah menunjukan bahwa islam adalah agama yang sungguh menjunjung tinggi nilai persatuan umat. Rasulullah telah mengajarkan bahwa umat islam bagaikan suatu tubuh yang apabila salah satu anggota tubuh tersakiti, maka anggota yang tubuh lain akan merasakan sakit. Oleh karena itu, adalah kewajiban kita untuk membina ukhuwah dan kasih sayang antar sesama, saling berbagi, pengertian, dan tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa. Yupz … sukseskan Ramadhan, satu untuk SEMUA. Allahu akbar!!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: